Di Jogja Ada Tradisi Membajak Sawah dengan Tenaga Manusia

Kalau lazimnya di jaman modern ini membajak sawah dengan traktor, atau setidaknya hewan, sapi atau kerbau, yang dikendalikan oleh manusia, warga yang tinggal di selatan Jogja ini menggunakan tiga hingga empat orang untuk melakukannya. Mereka memikul dan menarik alat bajak seperti layaknya sapi atau kerbau.

Sekelompok tani Dusun Salam, Bantul, bekerja sama membajak sawah.
Fenomena unik ini ada di Jogja, tepatnya di Dusun Salam, Desa Tewuwuh, Kecamatan Dlingo, Bantul. Di sana ada kelompok tani yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia dalam bercocok tanam. Termasuk membajak sawah.

Tapi jangan buru-buru menganggap hal itu sebagai perbudakan lho. "Cara membajak sawah dengan menggunakan tenaga manusia ini warisan nenek moyang. Kami puluhan tahun menerapkannya secara turun-temurun," kata Sahno, 45. Ia beralasan, membajak sawah dengan tenaga manusia adalah demi melestarikan warisan nenek moyang. Alasan lainnya, "Sistem ini lebih ramah lingkungan. Hanya kami harus rela kepanasan," ujar Ponijan, rekan "sejawat" Sahno.

Sebagaimana diberitakan Jawa Pos, dalam sehari lima petani yang bekerja sama membajak sawah mampu menyelesaikan lahan 1.200 meter persegi. Dengan cara iu, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur tersebut bisa menghemat biaya membajak sawah. "Kami gantian saja biar irit," imbuh Ponijan.

Menurut penjelasan Ponijan, petani yang ingin menggunakan jasa pembajak sawah dikenai biaya sesuai luas lahan yang hendak digarap. "Biasanya sekitar Rp. 10.000,-," kata Ponijan.

Sumber : Koran Jawa Pos


Related Posts
Previous
« Prev Post

1 comments

June 27, 2016 at 4:46 AM

Sebelumnya Terima kasih Atas Info yang anda berikan.
Semoga Sukses Selalu :)

Reply
avatar

Comments