Online :

Kamis, 24 Mei 2012

Studi: Pendengkur Kemungkinan Beresiko Meninggal Akibat Kanker

Sebuah studi mengklaim, bahwa pendengkur memiliki kemungkinan resiko lebih tinggi meninggal akibat kanker.

Para ilmuwan menemukan, bahwa pendengkur ringan cenderung hanya beresiko 0,1 kali meninggal karena kanker dibandingkan mereka yang tidak mendengkur.

Tetapi pendengkur sedang berpeluang dua kali lebih besar meninggal akibat kanker, sementara pendengkur berat meningkat resikonya menjadi 8,4 kali.

Temuan tersebut didasarkan pada data dari penelitian terhadap perilaku tidur 1.522 orang selama 22 tahun.

Sebelumnya, pengujian laboratorium terhadap tikus menunjukkan, bahwa kekurangan oksigen, yang dapat menimbulkan dengkuran, meningkatkan pertumbuhan tumor.

Dr. Javier Nieto, yang mengepalai studi terbaru di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, mengatakan “Konsistensi dari bukti pada percobaan terhadap hewan dan bukti baru pada manusia ini sangatlah menarik.”

“Penelitian kami adalah yang pertama yang menunjukkan hubungan antara gangguan pernafasan saat tidur (sleep disorder breathing/ SDB) dan peningkatan resiko kematian akibat kanker di sample yang berbasis populasi.”

“Jika hubungan antara SDB dan kematian akibat kanker dapat dipastikan melalui studi yang lebih mendalam, diagnosis dan perawatan terhadap pasien kanker penderita SDB mungkin dapat membantu memperpanjang umur si pasien.

Temuan tersebut disampaikan pada American Thoracic Society international conference di San Francisco. Selain itu, juga muncul di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Para ilmuwan membuat penyesuaian-penyesuaian dalam memperhitungkan berbagai faktor, termasuk kebiasaan merokok, usia, jenis kelamin dan berat badan.

Satu hal yang mengejutkan adalah bahwa hubungan tersebut lebih kuat pada pasien yang tidak gemuk.

Ini sesuai dengan penelitian pada tikus, di mana pengaruh dari kekurangan oksigen yang memicu pertumbuhan kanker secara signifikan lebih jelas pada hewan-hewan kurus.

Sumber : Daily Mail

Selengkapnya >>

Kesibukan Membuat Kita Tak Punya Waktu untuk Merasakan Nikmatnya Makan

Orang kehilangan sentuhan terhadap indera perasa sebagai akibat dari serbacepatnya kehidupan modern, demikian pernyataan sejumlah peneliti.

Survei menemukan bahwa 60% dari mereka yang mengikuti polling mengaku tidak pernah atau jarang merasakan apa yang mereka makan. Dalam berbagai pengujian, 79% tidak mampu mengatakan perbedaan antara rasa dasar.

Kondisi itu meningkat menjadi 88% saat mereka perhatian mereka terpecah, dan 93% saat mereka berada dalam tekanan waktu.

Hanya 13% dari mereka yang ditanyai mengatakan menikmati sarapan jauh dari tempat kerja, dan hampir separonya menyebutkan makan di siang hari sebagai ‘sarana menuju akhir’ untuk mengisi ulang bahan bakar tubuh.

Psikolog David Lewis dari lembaga konsultasi Mindlab mengatakan “Melimpahnya cita rasa yang luar biasa dan cakupan pengalaman terhadap makanan tidak sebanyak di Inggris, dan tidak lebih beragam, tapi temuan kami menunjukkan bahwa konsimen menjadi malas saat tiba waktunya untuk merasakan dan menghargai makanan mereka.”

“Saya meragukan kalau ada hamparan makanan yang melimpah dan kombinasi rasa di pembuangan kita, tapi kita tidak menikmati makanan yang kita makan. Hal ini tidak hanya memalukan, tapi juga kemubaziran rasa.”

“Perilaku sarapan kita secara khusus menunjukkan bahwa pekerja mengkonsumsi makanan sebagai cara untuk mengisi ulang bahan bakar tubur dan nyaris tidak pernah, atau jarang, merasakan yang mereka makan.”

“Sejumlah 1.000 orang mengambil bagian dalam survei tersebut, dengan kelompok kecil yang terdiri dari 30 sukarelawan ditugasi untuk mengikuti uji rasa.

Dalam pengujian itu para partisipan diberi 8 roti lapis dengan berbagai isi dan diminta untuk mengidentifikasi isinya. Sejumlah roti lapis sengaja tidak diberi label.

Para sukarelawan mampu mengidentifikasi 35% isi roti lapis dengan tepat.

Selain itu, 93% tidak mampu membedakan antara beef dengan daging babi China, 92% tidak dapat membedakan antara ham dengan tuna, 82% bingung apakah itu Quorn (merk makanan siap saji) atau ayam, dan 78% keliru mengenali daging babi sebagai daging ayam dan seterusnya.

Survei dan pengujian itu disponsori oleh produsen sup dan saus, Glorious.

Dr. Lewis menghimbau agar masyarakat makan ‘dengan santai’ tanpa terburu-buru dan menghindari makan sambil nonton TV agar fokus terhadap makanan tidak terpecah.

“Makan terburu-buru membuat makanan masuk perut dengan cepat dan ketika perut mengirim sinyal ke otak bahwa perut sudah kenyang, sebenarnya adalah kekenyangan karena makan berlebihan”, katanya.

“Konsekuensinya, kita menambahkan kalori yang tak perlu dan ini menyebabkan penambahan berat badan.”

Glorious mempublikasikan sebuah program interaktif bernama ‘flavour map’ untuk menelusuri cita rasa terkemuka dari berbagai penjuru dunia.

Sumber : Daily Mail

Selengkapnya >>

Rabu, 16 Mei 2012

Bebek Sinjay

Sekitar Desember 2010 lalu saya beserta keluarga raun-raun (jalan-jalan) keliling Surabaya, menghibur mertua yang datang dari jauh. Karena beliau berdua ingin melihat jembatan Suramadu, jadilah kami melaju melalui jembatan sepanjang 5,4 km yang menghubungkan Surabaya dengan pulau Madura.

Setiba di ujung jembatan di Madura dan karena bertepatan dengan saat sholat Dhuhur, kamipun meluncur ke kota terdekat, Bangkalan. 

Menjelang masuk kota Bangkalan, kami melewati sebuah rumah makan yang penuh sesak, baik parkir kendaraan maupun pengunjungnya. Namanya Warung Bebek Sinjay. Tentu saja hal ini membuat kami penasaran ingin menjajal, karena biasanya warung yang berjubel pengunjungnya pastilah punya keistimewaan.

Usai sholat Dhuhur di Masjid Agung Bangkalan, tak ada lain tujuan kami selain Warung Bebek Sinjay, karena kebetulan searah dengan jalan menuju Suramadu.

Namun waktu itu kami harus menelan kekecewaan karena kehabisan stok bebek goreng. Kata petugas parkir, setiap hari memang selalu ramai, apalagi hari Minggu seperti hari itu. Untuk menghibur perut yang sudah mulai keroncongan, kami akhirnya mampir di sebuah restoran ikan bakar di pojok pertigaan antara Bangkalan, Sumenep dan jembatan Suramadu.

Sekitar 3 minggu lalu, kebetulan mertua saya datang lagi dari Sumatera untuk berobat di Surabaya. Sekali lagi, tugas saya adalah mengantar, selain ke dokter, juga jalan-jalan. Agaknya bapak mertua saya masih penasaran dengan Bebek Sinjay, sehingga pada satu kesempatan mengajak untuk kembali ke Bangkalan. 

Lagi-lagi kami ke sana hari Minggu, hingga kehabisan lagi. Menurut kasir di sana, kalau mau, kami diminta menunggu jam 14.30, padahal kami tiba jam 12.30. Enggak lah yaw. Untungnya kami masih kebagian jerohan dan sedikit serpihan daging bebek.

Kami semua mengakui, bebek Sinjay memang nikmat. Itulah sebabnya kami akan kembali ke sini di hari lain selain hari Minggu.

Karena bapak mertua saya terobsesi hingga terbawa mimpi, maka kamipun berangkat lagi ke Bangkalan hari Sabtu berikutnya. Memang benar kami kebagian, tapi ternyata tak senikmat sebelumnya. Bebek gorengnya terasa alot, begitu juga dengan jerohannya. Belum lagi sambal mangga mudanya yang pedasnya t-e-r-l-a-l-u. Tidak seperti yang kami rasakan pada hari Minggu lalu, di mana pedasnya pas dan tidak perlu 'misuh' (mengumpat) karena kepedasan.

Entah kenapa begitu. Sepertinya, baik daging maupun jerohan bebeknya tidak fresh. Seperti habis digoreng ulang. Jika memang begitu, patut disayangkan karena reputasi warung yang berdiri sejak 10 tahun lalu dan tenar itu dipertaruhkan. (jink)


Selengkapnya >>

Selasa, 15 Mei 2012

Iklan yang ‘Ndesit’

Ada satu iklan TV yang membuat tangan saya gatal untuk berkomentar. Yaitu iklan motor Suzuki Nex versi Sm*sh dan Maudy Ayunda.

Di bagian akhir iklan, Maudy mengatakan “Yang lain end”. Menurut saya line itu ‘ndesit’ alias ‘katrok’, alias ketinggalan jaman. Kesan yang timbul adalah bahwa produsen motor itu seolah putus asa dalam persaingan produk sekelas dan tak punya ide segar lain selain menyebutkan ‘yang lain ...’ dalam iklannya.

Cara ini sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh Komeng dalam iklan sepeda motor Yamaha dengan mengatakan “Yang lain makin jauh ketinggalan”. Hanya saja, karena Komeng seorang komedian, maka ucapannya dalam iklan tersebut boleh saja dianggap sebagai joke, walaupun sebenarnya produk-produk sepeda motor Yamaha telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dari segi model maupun ketangguhannya.

Tak dapat dipungkiri, bahwa pada era 80-an Honda adalah leader di kelas sepeda motor. Bila dibandingkan dengan produk Yamaha atau Suzuki pada waktu itu, konsumen cenderung lebih menyukai Honda karena desain produknya lebih elegan dibandingkan ‘yang lain’.

Namun sejak 90-an hingga 2000-an, Yamaha dan Suzuki mulai melejit dengan meluncurkan produk-produk dengan varian dan desain yang tak kalah elegan dengan Honda. Honda makin kewalahan menghadapi persaingan ini, tapi bagusnya, mereka tak terjebak dengan iklan yang ‘ndesit’ dan terkesan putus asa.

Iklan yang baik adalah iklan yang dapat menarik perhatian konsumen. Untuk itu, dalam hal sepeda motor, yang wajib ditampilkan adalah fitur-fitur yang dimiliki beserta keunggulannya, hingga konsumen mendapat informasi sejelas-jelasnya tentang produk tersebut. Honda melakukan ini dan menyajikannya dengan elegan tanpa merasa perlu mengatakan ‘yang lain bla bla bla’.

Baik Yamaha atau Suzuki, tanpa menyebut ‘yang lain bla bla bla’ dalam iklannya pun kini sudah sangat jauh lebih hebat perkembangannya dalam merebut pasar dibandingkan 20 tahun yang lalu.

Memberi bumbu dengan line ‘yang lain bla bla bla’ sah-sah saja dilakukan dalam beriklan. Banyak produsen yang melakukannya di berbagai penjuru di dunia. Tapi menurut saya, itu tidak kreatif. (jink)


Selengkapnya >>

Jumat, 11 Mei 2012

Syahrini dan Skenarionya

Artis yang satu ini tampaknya gemar sekali mencari perhatian publik. Semenjak namanya meroket di blantika musik Indonesia setelah digandeng Anang Hermansyah untuk berduet, ia tak henti-hentinya membuat sensasi.

Saat masih rukun dengan Anang, Syahrini mengatakan bahwa ia bakal menikah dengan mantan suami Krisdayanti itu. Namun kemudian Anang mendepaknya, karena konon merupakan ulah Syahrini sendiri yang mengumbar kemesraan dengan pria lain.

Hal itu tak membuat Syahrini patah arang. Justru sebaliknya, ia makin bersemangat untuk tetap eksis di dunia tarik suara dan jelas terlihat, bahwa ia ingin menunjukkan kepada mantan pasangan duetnya itu kalau ia “bisa hidup tanpa Anang”.

Sensasi demi sensasi ia lontarkan, dan infotainment terus memburunya. Mulai dari gaya rambut, bulu mata, hingga model busana yang seolah ingin memamerkan lekuk liku tubuhnya yang aduhai.

Namun bukan cuma sensasi yang ia umbar. Juga kebohongan.

Sekolah tempat ia menuntut ilmu semasa SMA sempat meradang gara-gara Syahrini tak mengakui kalau ia pernah bersekolah di situ. Padahal jelas-jelas namanya tercatat di sana sebagai siswa.

Tak hanya itu. Beberapa waktu lalu ia mengeluarkan statement kalau ia akan menikah bulan Mei ini. Calonnya adalah seorang pengusaha sukses asal negeri jiran, Malaysia. Nyatanya, yang menikah adalah Syahrani, adik kandungnya. Lagi-lagi, Syahrini mampu berkelit dengan mulus, semulus kulitnya, dan publik seakan menelan begitu saja setiap dusta yang pernah dilontarkannya.

Terakhir, yang membuat infotainment getol “mengobok-oboknya” adalah adalah Bubu, sosok yang diakui Syahrini sebagai kekasihnya dari Malaysia itu. Saat acara resepsi pernikahan Syahrani, Syahrini dan Bubu mempertontonkan kemesraan bak sepasang pangeran dan putri raja.

Adegan ini memancing banyak pihak untuk berkomentar, termasuk MP2. Banyak yang meragukan kalau Bubu adalah kekasih Syahrini. Apalagi kemudian muncul foto mesra Bubu dengan wanita lain.

Dari rekaman video saat Syahrini menyambut “pangerannya” saja sudah terlihat kalau kemungkinan besar hasil sebuah skenario yang dirancang oleh Syahrini, atau siapapun di belakangnya.

Mardigu, seorang pakar ekspresi dan gerak tubuh, melihat kejanggalan dari tingkah laku Syahrini dan Bubu yang tak menunjukkan kalau mereka adalah sepasang kekasih yang dilanda asmara.

Tapi MP2 hanya menilai dari video saat Bubu turun dari mobilnya dan disambut Syahrini. Terlihat di situ kalau sambutan Syahrini berupa cium tangan, kemudian cipika cipiki, dan Bubu mencium kening Syahrini sudah “diatur” urutannya.



Ada dua kemungkinan untuk soal ini. Pertama, mungkin sebelumnya mereka sudah terbiasa melakukan itu sebagai “pasangan kekasih asli”. Kedua, mungkin mereka sudah berlatih sebelumnya, agar tak terlihat canggung di depan publik. Bagaimana menurut Anda?

Apapun kemungkinannya, satu hal yang paling jelas adalah bahwa Syahrini “terlalu tinggi menilai dirinya”. Ia tak ingin terlihat “kurang” di mata publik, termasuk dalam hal percintaan. Seolah ada ketakutan dalam dirinya kalau ia dianggap “tidak laku” sehingga adiknya menikah mendahului dirinya. Itulah sebabnya ia merasa harus menunjukkan, kalau ia sudah punya pengganti Anang.

Hanya sayangnya, ia mungkin keliru memilih “aktor” yang berperan sebagai kekasihnya. Bubu yang digembar-gemborkan berasal dari Malaysia, dan setiap 30 menit meneleponnya, yang membuatnya tersanjung bak princess sejati, kini mulai terbuka kedoknya.

Akankah skenario ini membuat Syahrini “tersandung”? (jink)

Selengkapnya >>

Kamis, 10 Mei 2012

Tips Dari Tukang Pangkas Rambut

Tukang pangkas rambut ini adalah jujugan saya setiap kali hendak memangkas rambut. Namanya Cak Doewan, berasal dari Madura. Kiosnya berada tidak jauh dari rumah saya, di salah satu pojok pertigaan jalan. Saya jadi pelanggannya sejak 7 tahun terakhir, karena tukang pangkas rambut saya yang lama meninggal dunia karena usia tua.

Tapi tips ini bukan tentang cara memangkas rambut yang baik dan benar, meskipun ia sudah berpengalaman menggeluti profesinya selama 30 tahun. Tips ini muncul saat saya memangkas rambut sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Cak Doewan, hingga akhirnya sampai pada bagaimana cara mengobati borok akibat luka.

Menurutnya, cara tradisional yang secara turun temurun diterapkan olehnya adalah dengan menggunakan garam dan buah asam. Caranya, larutkan dua sendok garam dan dua buah asam jawa dalam air hangat, kira-kira 1 liter. Usapkan pelan-pelan di borok Anda. Lakukan hal ini dua kali sehari, niscaya dalam waktu singkat borok Anda akan mengering dan luka Anda sembuh. Bahkan, masih menurut Cak Doewan, luka yang tak kunjung sembuh karena dampak dari diabetes pun akan pulih dengan cara ini.

Untuk meyakinkan kalau tipsnya ini ampuh, Cak Doewan bahkan berani memberikan jaminan dengan mengatakan (dalam bahasa Jawa berlogat Madura)" Kalau tidak sembuh, ludahi saja mulut saya!" Halah! Segitunya, Cak.

Memang berbagai penelitian tentang buah asam jawa (Tamarindus indica L) menunjukkan, bahwa buah yang sangat kecut rasanya ini mempunyai sejumlah khasiat, antara lain menyembuhkan batuk, bisul, borok pada luka, gangguan pencernaan, sariawan, karang gigi, rematik dan bengkak karena terpukul, radang payudara, kerontokan rambut, dan menurunkan berat badan.

Oh ya, selain tips di atas, Cak Doewan juga memberikan tips yang menurut saya masih berbau-bau mitos. Jika salah satu jari Anda terluka/ tergores pisau atau benda tajam lainnya, misalnya jari telunjuk kiri, ikat jari telunjuk kanan Anda dengan karet gelang agak kencang, maka luka di jari telunjuk kiri Anda akan segera menutup. Benarkah? Silakan dicoba jika suatu saat Anda mengalaminya (jink)


Selengkapnya >>

Rabu, 09 Mei 2012

Benda-benda Serba Besar

Benda-benda normal yang dibuat berukuran mungil tentu menarik untuk diperhatikan, tapi bukan berarti jika dibuat dalam ukuran oversize jadi luput dari perhatian. Ibarat kata pepatah: "Kuman di seberang lautan tampak, apalagi gajah di pelupuk mata". Bikin kaget, tapi juga menggelikan, seperti yang dihimpun thewondrous berikut ini:





Sumber : thewondrous


Selengkapnya >>

Sabtu, 05 Mei 2012

Banyak Pengguna Facebook Menerima Permintaan Pertemanan dari Orang Tak Dikenal

Satu hal yang paling banyak dikritik soal Facebook adalah sulitnya mengatur privasi di jejaring sosial itu. 

Situs tersebut ingin Anda berbagi data pribadi secara gamblang dengan teman, keluarga dan lainya, semata-mata untuk meningkatkan jumlah pengguna dan memanfaatkan data yang ada untuk beriklan. 

Faktanya, sasaran itu berhasil, karena Facebook mampu meraup hingga $100 juta. 

Bagi pengguna, makin banyak berbagi (data/ informasi), makin besar resiko di-hack, mendapatkan karyawan potensial, atau bahkan dirampok. 

Hal ini memprihatinkan, karena 13 juta pengguna dari AS enggan memeriksa pengaturan privasi mereka, sementara di Inggris, separo pengguna Facebook menerima permintaan pertemanan dari orang tak dikenal dengan suka cita. 

Majalah Consumer Report mengatakan, lebih dari 13 juta pengguna Facebook di AS malas melindungi privasi mereka, yang artinya tanpa disadari telah berbagi data ke orang tak dikenal. Dari 13 juta tersebut, lebih dari seperempatnya memilih opsi untuk menampilkan data mereka kepada siapapun, bukan hanya teman dan keluarga. 

Facebook memperkirakan ada 188 juta penggunanya di AS, yang artinya sekitar satu dari 15 pengguna tak pernah membuka pengaturan privasi mereka. Sementara itu, di Inggris dilaporkan bahwa 90% dari mereka menerima undangan dari orang yang tak dikenal, dan 51% nya menjadikannya ‘teman’. 

Consumer Reports mendesak para pengguna agar lebih memperhatikan pengaturan privasi mereka. 

Editor teknologi, Jeff Fox, mengatakan “Facebook benar-benar telah merubah cara berkomunikasi sosial di seluruh dunia dan telah menjadi jasa pelayanan yang berhasil dalam meningkatkan jumlah data pribadi yang bisa menyebar lebih luas dari yang dibayangkan penggunanya.” 

“Penyelidikan kami mengungkapkan beberapa hal menarik, dan kecenderungan yang meresahkan, tapi patut diketahui oleh konsumen yang berharap data pribadi mereka terjaga dengan aman.” 

Laporan tersebut juga mengidetifikasi bahwa 4,8 juta pengguna telah memposting status update, mengatakan apa yang akan mereka lakukan hari itu, sehingga memberi peluang pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. 

4,7 juta orang lainnya memilih ‘like’ pada postingan yang terkait dengan masalah kesehatan, dan Consumer Report menyatakan bahwa informasi itu dapat digunakan oleh perusahaan asuransi untuk ‘melawan’ mereka. 

Consumer Report menemukan, bahwa hampir 40 juta orang di AS diidentifikasi anggota keluarga mereka berdasarkan profilnya, 20 juta orang menampilkan tanggal lahir, dan 8 juta me’like’ hal-hal yang terkait dengan keyakinan agama mereka. 

Empat juta orang lainnya mendiskusikan kehidupan cinta mereka di wall, sementara sekitar 2,5 juta orang membahas kebiasaan minum atau orientasi seksual mereka. 

Survey tersebut dilakukan pada 2.002 rumah tangga di Amerika, di mana 1.340 di antaranya aktif menggunakan Facebook, sebagaimana dilaporkan oleh Consumers Report. 

Laporan terpisah tentang perilaku Facebooker Inggrisyang dibuat oleh Legal & General menemukan bahwa 9 dari 10 warga Inggris pengguna jejaring sosial tersebut menerima permintaan permintaan dari orang tak dikenal, dan 51% dari mereka menerima permitaan itu. 

Hal ini dimanfaatkan oleh para kriminal dengan membuat profil palsu untuk menjebak bakal korbannya. 

Mark Johnson dari The Risk Management Group mengatakan “Dari percobaan yang dilakukan TRMG, orang cenderung suka berhubungan dengan orang lain yang belum pernah bertemu sebelumnya jika mereka punya teman yang sama, karena sesuatu yang diketahui seperti Triadic Closure Principle.” 

“Tingkat ketertarikan pada profil online, seperti “Liking’ pada kelompok minat yang sama sebagai sasaran, juga meningkatkan kecenderungan orang menerima atau meminta hubungan pertemanan dengan orang tak dikenal.” 

“Kejahatan digital melihat peluang ini dengan membuat profil abal-abal semenarik mungkin, membuat tipuan-tipuan untuk menjerat mangsa mereka.” 

“Pada beberapa kasus mereka bahkan membiarkan korban masuk ke dalam jebakan mereka, dan menanamkan dalam pikiran si korban bahwa profil palsu mereka layak dipercaya.” 

Michael Fraser, mantan maling yang tobat dan membintangi acara Beat the Burglar di BBC, mengatakan “Makin percaya orang pada pengaturan privasi di jejaring sosial, mereka akan makin terkecoh dengan keamanan hubungan online, dan salah menganggap kalau semua teman mereka di Facebook dapat dipercaya.” 

“Dengan kondisi itu, secara tak sadar orang akan mengumbar informasi pribadi berharganya yang akan menjadi mangsa empuk para penjahat. 

Para pelaku kejahatan digital tahu cara mengincar sasarannya. Sebagai contoh, orang yang punya lebih dari 500 teman di Facebook cenderung tidak mengenal semua temannya tersebut secara pribadi dan karenanya cenderung menerima permintaan pertemanan dari orang tak dikenal.” 

“Dengan banyaknya jumlah teman, di mana di antaranya ada yang ‘palsu’, secara tak sadar memberikan peluang kepada pelaku kejahatan untuk melihat informasi pribadi mereka.” 

 Sumber : Daily Mail

Selengkapnya >>

Kostum Iron Man dari Kardus dan Asbak

Mark Pearson adalah satu dari sekian banyak penggila tokoh superhero Iron Man dan mewujudkan kegilaannya dalam sebuah karya unik: kostum Iron Man lengkap sebesar ukuran orang dewasa. 

Pria berusia 44 tahun asal Bradford, West Yorkshire, ini tak kenal lelah membuatnya dari kardus yang dibentuk jadi cetakan silikon berbentuk 3 dimensi untuk kostum fiberglasnya. Untuk reaktor nuklir di bagian dada ia menggunakan … asbak. 

Mark Pearson dan sahabatnya, Darren Higgins, memamerkan kostum Iron Man buatannya.
Awalnya ia hanya ingin membuat topengnya saja, sebanyak 3 buah, namun saking semangatnya, ia akhirnya membuat kostum lengkap, termasuk lampu di bagian mata, tangan dan dada. Ia banyak berdiskusi dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia melalui internet untuk mewujudkan obsesinya itu. 

Saat memutuskan untuk membuat kostum lengkap, istrinya sempat ngomel. Katanya, ia terlalu tua untuk sebuah karya berdasarkan tokoh komik Marvel. Setelah jadi, kostum setinggi 6 kaki 2 inch itu tak cocok dengan tinggi badan Mark yang hanya 5 kaki 6 inch. Itulah sebabnya ia sempat ragu mau diapakan hasil karyanya itu. 

Akhirnya ia bertemu dengan Darren Higgins, 24, pengelola supermarket lokal di Bradford yang dianggapnya paling cocok untuk mengenakan kostum buatannya. 

“… Ia seorang olahragawan dan bersedia memakai kostum itu selama 6 jam”, kata Mark. 

Mark menambahkan, “Satu-satunya kekurangan dari kostum ini adalah tidak bisa terbang”. 

Sumber : Daily Mail

Selengkapnya >>

Kamis, 03 Mei 2012

Keberhasilan Kencan Anda Tergantung Bagaimana Anda Menggunakan Kata Ganti

Tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan Anda mendapat kekasih pujaan hati (glek glek glek …) membutuhkan tutur kata yang halus tak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kini, riset menemukan bahwa rahasia sukses kencan tergantung cara Anda menggunakan kata ganti (pronouns). 

James Pennbeaker, psikolog dari University of Texas Austin, sudah lama tertarik pada bagaimana bahasa membantu membentuk interaksi kita. Faktanya, ia membantu NPR mengetahui bagaimana cara kita berbahasa berpengaruh pada kencan kita. Pennbeaker merekam dan menganalisa percakapan yang muncul saat kencan kilat, dan menemukan bahwa cara pasangan kekasih menggunakan tutur kata adalah peramal yang baik untuk kelangsungan hubungan mereka. 

Secara khusus ia menemukan bahwa ketika menggunakan kata fungsi, seperti kata ganti, preposisi (kata depan) dan artikel, yang cocok di antara dua orang, mereka cenderung menuju ke tahap berpacaran.. Kepada NPR Pennbeaker menjelaskan: 

“Semakin serupa mereka menggunakan kata-kata fungsi tersebut, makin tinggi kemungkinannya mereka akan segera berkencan. Kata-kata yang lebih keren: Kita bisa melihat … kencan sepasang muda-mudi … (dan) makin serupa (mereka) … menggunakan gaya bahasa yang cocok, makin cenderung (mereka) mereka tetap berpacaran hingga tiga bulan ke depan.” 

Hal ini, tampaknya juga bukan soal menarik minat orang yang diincar. Sebaliknya, saat seseorang menemukan orang yang menarik hatinya, serta merta akan mengubah gaya bahasa mereka. Pasangan yang kuat mungkin lebih banyak menggunakan kata “Aku”, sementara pasangan yang biasa-biasa saja lebih sering mengatakan “kamu”. 

Terlepas dari kata yang mereka gunakan – meskipun Anda melihat bahwa kata ganti kemungkinan punya dampak yang lebih besar – kesamaan dalam gaya pengucapan kita tampaknya bisa meramalkan seberapa baik hubungan kita akan berjalan. 

Sayangnya, jika Anda mengira akan mampu mengubah cara Anda berbicara untuk kencan berikutnya, Anda terlambat. Riset Pennbeaker melihat bahwa perubahan akan sangat kentara, sehingga Anda tidak dapat menyesuaikan gaya bahasa Anda dalam sebuah kencan tanpa terlebih dahulu mengubah watak Anda. Maaf. 

Sumber : Gizmodo

Selengkapnya >>

Berlangganan via Feed

Masukkan alamat e-mail Anda untuk mendapatkan artikel/ berita/ tips terbaru dari MohPahPoh langsung di e-mail Anda :

Delivered by FeedBurner

Home