Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

10 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menganggur

10 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menganggur
Menganggur itu tidak enak, tapi bukan berarti kita hanya berdiam diri menunggu keajaiban datangnya tawaran kerja. Saat menganggur Anda punya banyak waktu untuk melakukan berbagai kegiatan yang tidak bisa kita lakukan saat kita punya pekerjaan tetap. Jika Anda manfaatkan waktu untuk memperbaiki diri agar lebih layak jual, mencari pekerjaan akan jauh lebih mudah.

Berikut ini ada 10 hal yang harus Anda lakukan saat menganggur agar waktu yang ada tidak terbuang sia-sia:

1. Lamarlah pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan

Jika Anda terus-menerus melamar kerja tanpa ada satupun yang nyantol, ada kemungkinan Anda akan menurunkan standar dari posisi yang semula sesuai dengan keinginan Anda menjadi lebih rendah. Yang penting dapat kerja, begitu ‘kan? Kalau hanya sebagai batu loncatan sih boleh-boleh saja, tapi Anda harus tetap berusaha mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan skill dan minat Anda.

2. Tingkatkan skill yang ingin Anda miliki

Cobalah mengevaluasi diri, melihat ke belakang, kira-kira skill apa yang kurang pada diri Anda dan harus Anda pelajari untuk meningkatkan nilai tambah? Jika Anda merasa sudah mumpuni dalam bahasa Inggris, kenapa tidak mencoba belajar bahasa asing lainnya, seperti Jepang, Korea atau Mandarin? Atau belajar menggambar misalnya? Seringkali terjadi, kita menyesal dan berandai-andai. Seandainya saya belajar dari dulu-dulu, sekarang pasti sudah mahir dan bisa jadi nilai tambah untuk diterima bekerja. Penyesalan tak ada gunanya. Di saat menganggur Anda punya banyak waktu untuk meningkatkan skill. Mungkin sulit dan butuh waktu yang tidak sedikit, tapi itu jauh lebih baik daripada menyesali diri setiap saat atau malah hanya nonton TV seharian.

3. Memulai bisnis sendiri

Menganggur adalah saat yang tepat untuk memulai bekerja secara mandiri. Anda bisa mulai membuat websita atau blog dengan biaya rendah. Saat ini internet bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Memulai bisnis memang butuh waktu dan komitmen, tapi apa lagi yang bisa dilakukan saat Anda tidak punya apa-apa selain waktu?

4. Membangun jaringan/ network dan koneksi

Networking bisa menghasilkan 2 hal; Anda bisa membangun hubungan dengan teman-teman lama Anda dan bertemu orang-orang baru. Networking bisa dilakukan kapan saja dan dengan orang di mana saja. Jika Anda ingin berkenalan dengan orang dengan minat atau industri yang sama dengan Anda, kunjungi situs-situs yang menyediakan fasilitas untuk itu, misalnya Meetup.com (http://www.meetup.com/). Jika Anda ingin terhubung dengan mantan teman kuliah, pergilah ke kampus dan cari informasi event/ lowongan apa yang tersedia. Biasanya alumni yang sudah berhasil dalam karir atau bisnis akan merekrut orang dari lingkungan yang mereka kenal. Kampus bisa menjadi bursa kerja tempat bertemunya pengusaha dan pencari kerja.

5. Terus belajar

Tak ada kata terlambat untuk belajar dan belajar tak harus berada di dalam ruangan. Dengan teknologi informasi seperti saat ini, tak ada lagi alasan untuk tidak belajar hanya karena tidak punya uang, karena di internet banyak situs yang menyediakan kursus secara online dan gratis. Seperti coursera.org (https://www.coursera.org/) misalnya. Di situ pengajarnya berasal dari Stanford University dan materi yang diajarkan adalah yang paling banyak dibutuhkan di dunia usaha saat ini, seperti pemrograman, pemasaran dan manajemen bisnis.

6. Rajin memantau dunia industri

Dengan mengikuti perkembangan industri, khususnya bidang yang Anda incar, Anda akan selalu tahu apa yang mereka inginkan atau hasilkan. Dengan demikian Anda akan selalu siap untuk menyesuaikan diri dengan industri tersebut.

7. Menggali minat dan potensi diri

Mayoritas orang terlalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari dan tak sempat untuk melakukan introspeksi/ refleksi diri. Menganggur adalah saat yang tepat untuk itu. Refleksi diri akan membuat Anda menemukan jati diri Anda dan menggali minat yang benar-benar Anda inginkan. Mengenali minat adalah sesuatu yang bagi kebanyakan orang sulit dilakukan karena tak punya waktu. Jadi, anggaplah menganggur ini sebagai berkah.

8. Memulai ngeblog dan membangun reputasi online Anda

Saat ini banyak perusahaan yang mencari karyawan secara online sebelum menghubungi untuk interview. Anda dapat memanfaatkan peluang ini. Mantapkan blog Anda dan keberadaan Anda di media sosial, khususnya di bidang industri yang Anda inginkan.

9. Sukarelawan

Menjadi sukarelawan akan bisa menjadi nilai tambah di surat lamaran Anda dan membuat pengusaha terkesan. Apalagi jika Anda pernah menjadi sukarelawan di berbagai tempat berbeda. Hal ini akan sangat bernilai untuk Anda. Jadi, jika Anda belum bisa berbuat sesuatu yang baik untuk diri sendiri, setidaknya Anda telah berbuat sesuatu yang baik untuk orang lain.

10. Melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya

Luangkanlah waktu untuk menghindari rutinitas. Jika Anda selalu khawatir terlambat datang di tempat kerja atau terlalu lelah bekerja, Anda akan kehilangan banyak pengalaman dalam hidup. Gunakan waktu menganggur untuk melakukan kegiatan yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, tapi yang positif tentunya. Iseng-iseng saja. Siapa tahu di antara keisengan itu memunculkan peluang buat Anda untuk mengembangkannya menjadi bisnis.

Banyak kisah orang-orang sukses yang berawal dari keisengan.

Sumber: Resume OK
Read More

Prinsip 90/10

Prinsip 90/10
Bagaimana prinsip 90/10 itu?
- 10% dari hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami.
- 90% dari hidup Anda ditentukan dari cara Anda bereaksi.

Apa Maksudnya?

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri Anda.

Contohnya:
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule Anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana Anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya?
Dari cara reaksi Anda !!!. Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi Anda dapat mengontrol reaksi Anda.

Marilah kita lihat contoh di bawah ini:

Kondisi:
Anda makan pagi dengan keluarga Anda. Anak Anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman Anda sehingga pakaian kerja Anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi???

Reaksi Anda (1):
Anda bentak anak Anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian Anda. Anak Anda akhirnya menangis. Setelah membentak, Anda menoleh ke istri Anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak Anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak Anda ketinggalan bis. Istri Anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak Anda ke sekolah. Karena Anda telat, Anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya Anda sampai di sekolah. Anak Anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit. Setelah tiba di kantor di mana Anda telat 20 menit, Anda baru ingat kalau tas Anda tertinggal di rumah.

Hari kerja Anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran Anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, Anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak Anda.

Mengapa? Karena cara Anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa Anda mengalami hari yang buruk?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi?
2. Apakah penyebabnya karena anak Anda?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas?
4. Apakah Anda penyebabnya?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah ANDA SENDIRI !!!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara Anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk Anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya Anda sikapi.

Reaksi Anda (2):
Cairan kopi menyiram baju Anda. Begitu anak Anda akan menangis, Anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya Anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak Anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke Anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri Anda dan mengatakan: "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staf Anda. Bos Anda mengomentari semangat dan kecerahan hari Anda di kantor.

Apakah Anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara Anda bereaksi !. Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi Anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang Anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi Anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan Anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi Anda jika mobil Anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor? Apakah Anda akan marah? Memukul stir mobil? Memaki-maki? Apakah tekanan darah Anda akan naik cepat?

Siapa yang peduli jika Anda datang telat 10 detik? Kenapa Anda biarkan kondisi tersebut merusak hari Anda? Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah Anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain:

- Anda dipecat.
Mengapa Anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir? Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule Anda. Kenapa Anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi Anda. Gunakan waktu Anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang Anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang Anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian Anda dan Anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan. Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10. (Stephen Covey)

Stephen Covey
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. 
Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive – thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.

Read More

Cara Menghadap Interview Kerja dengan Perilaku dan Sikap yang Benar

Cara Menghadap Interview Kerja dengan Perilaku dan Sikap yang Benar
Saat memenuhi panggilan interview kemungkinan Anda akan diminta mengisi form dengan pertanyaan yang bertele-tele. Mungkin Anda merasa itu tak perlu, tapi mau tak mau Anda harus mengisinya dengan sikap yang sopan dan berusaha menyembunyikan ketidaksabaran Anda di depan petugas/ resepsionis yang menerima kedatangan Anda.

Begitu bertatap muka dengan petugas perekrut, biasanya diawali dengan perbincangan ringan. Hal ini dimaksudkan agar Anda merasa relaks dan tidak terlalu nervous.

Di sini persiapan Anda menghadapi intervew akan terasa manfaatnya. Pertanyaan terberat mungkin akan berupa “ceritakan tentang diri Anda” dan membuat fokus Anda kacau jika Anda tidak siap. Mulailah dengan menjelaskan kenapa Anda tertarik untuk mengisi lowongan ini atau menjabarkan pemahaman Anda tentang posisi yang ditawarkan. Mungkin Anda akan mengatakan, “Pada iklan lowongan kerja, disebutkan bahwa pengalaman di bidang programming akan sangat membantu, tapi tidak dibutuhkan. Kenapa begitu?” Adalah penting untuk selalu memberikan respon yang fokus pada pertanyaan yang akan membuat Anda menjawab dengan tepat.

Penting juga untuk memberikan keleluasan kepada penginterview dalam memandu sesi interview. Agar informasi kita bisa diterima dengan baik, kita harus berhati-hati agar tidak kehilangan fokus. Penginterview harus mengintegrasikan setiap jawaban yang Anda berikan dan itulah sebabnya jangan sekalipun menyimpang dari pertanyaan yang diajukan.

Persiapan yang matang dalam menghadapi interview kerja akan membuat Anda mampu menjawab dengan lugas dan terarah karena mungkin waktu yang tersedia sangat singkat. Artinya, jika Anda dtanya seputar riwayat pendidikan, jawablah hanya seputar riwayat pendidikan Anda dan jangan mengarang cerita. Dengan menjawab secara singkat tapi padat akan membuat penginterview beralih ke topik pembicaraan berikutnya.

Di lain pihak, Anda dapat menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang akan berguna bagi Anda, seperti mengutarakan bagaimana Anda berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan. Hal ini dapat dilakukan tanpa bernada sombong atau sok pintar. Penginterview yang baik akan memberikan kesempatan kepada pelamar untuk bicara banyak dengan memandu mereka agar memperoleh informasi yang dibutuhkan. Momen ini sangat berharga untuk membuat penginterview terkesan.

Sumber : job-interviewtips.com

Read More

10 Pertanyaan Jebakan Saat Interview Kerja

10 Pertanyaan Jebakan Saat Interview Kerja
Terbatasnya peluang kerja yang tak sebanding dengan pencari kerja yang terus bertambah dari waktu ke waktu membuat persaingan di dunia kerja menjadi semakin ketat. Hal ini membuat para pencari kerja kerap putus asa menanti panggilan dari perusahaan tempat ia melamar kerja.

Meski beberapa tahun belakangan ini terjadi perubahan yang dramatis di pasar kerja, namun cara-cara merekrut pekerja hampir tidak berubah sama sekali, kata pakar dunia kerja Joyce Lain Kennedy.

Selalu ada tahapan interview dalam setiap proses recruitment pekerja. “Interview kerja masih menjadi faktor penting dalam memfilter pelamar kerja untuk mendapatkan yang terbaik,” kata Kennedy yang juga penulis buku "Job Interviews for Dummies," yang kini telah mencapai edisi ke empat.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat interview kerap membuat pelamar ‘berkeringat dingin’, katanya, yang sebagian karena memang dirancang untuk itu.

Lalu, apa respon terbaik menghadapi pertanyaan interview? Mereka yang paham seluk-beluk interview adalah yang berpeluang diterima, kata Kennedy. “Tapi sejumlah perekrut melaporkan bahwa banyak pelamar yang mengoceh ngalor-ngidul tanpa menyadari kalau mereka sedang mempertaruhkan kredibilitasnya untuk diterima di perusahaan yang dilamar.”

Dengan persiapan yang matang, para pencari kerja akan mampu menjawab setiap pertanyaan saat interview dengan lancar, katanya.

Dengan pemikiran itu, Kennedy merangkum 10 pertanyaan yang sering diajukan dan saran untuk menjawabnya:

1. Kenapa Anda lama menganggur? Berapa banyak orang di luar sana yang di-PHK? Kenapa Anda (di-PHK)? Pertanyaan ini bisa membuat Anda sadar bahwa ada sesuatu yang salah pada diri Anda, sementara orang lain sudah berhasil. Penginterview memancing dengan menjelaskan apakah Anda kena PHK, atau apakah atasan Anda terdahulu menggunakan alasan resesi atau pengurangan anggaran untuk mendepak orang-orang yang dianggap tidak kompeten.

2. Jika saat ini Anda sudah bekerja, bagaimana Anda mengatur waktu untuk mengikuti interview ini? Yang terkandung di balik pertanyaan ini adalah apakah Anda berbohong dan mengelabui atasan Anda saat ini untuk mencari pekerjaan di tempat lain. “Jelas terlihat kalau Anda meluangkan waktu untuk interview, dan itulah sebabnya Anda mengikuti interview hanya untuk lowongan kerja yang paling sesuai,” kata Kennedy. “Jika Anda ditawari untuk interview lebih lanjut, katakan kalau wawancara yang Anda ikuti ini rahasia dan mintalah untuk bisa bertemu lagi hari Sabtu pagi.”

3. Apa persiapan Anda menghadapi interview ini? Pertanyaan ini dapat diterjemahkan: Apakah pekerjaan ini begitu penting sehingga Anda merasa perlu mempelajari lebih dahulu, atau Anda datang tanpa persiapan sama sekali dan tanpa beban? “Jawaban terbaiknya?” kata Kennedy. “Anda sangat menginginkan pekerjaan ini dan tentu saja Anda mempelajarinya, diawali dengan mengunjungi website perusahaan.”

4. Anda kenal dengan salah satu atau beberapa karyawan kami? Pertanyaan soal teman ini bermakna dua. “Tak ada seorangpun teman yang merekomendasi Anda melamar kerja, tapi transaksi itu menyiratkan kalau teman Anda tahu banyak tentang perusahaan ini,” kata Kennedy. “Jika tidak – waduh! Ingat aturan ini: Sebutkan nama teman Anda yang ada di perusahaan ini hanya jika Anda yakin teman Anda punya prestasi bagus.”

5. Di mana Anda ingin dipekerjakan? Bidang Apa? Makna yang tersirat dari pertanyaan ini adalah untuk memastikan Anda tidak melamar kerja secara serampangan. “Jangan sekalipun menyebut nama perusahaan atau pekerja lain,” ujar Kennedy. “Jawaban singkat ‘Terima aku!’ adalah versi dari: ‘Ini adalah tempat di mana saya ingin bekerja, dan pekerjaan ini adalah yang saya ingin lakukan. Saya punya yang Anda butuhkan, dan Anda punya yang saya butuhkan. Saya sudah tidak sabar untuk segera bekerja di sini’.”

6. Apa yang mengganggu Anda soal rekan kerja atau atasan Anda terdahulu? Berpura-puralah berpikir beberapa saat, gelengkan kepala Anda, dan katakan kalau Anda tidak tak ada satupun yang membuat Anda terganggu. Tambahkan juga penjelasan tentang bagaimana Anda menjalin hubungan dengan siapapun di dunia maya.

7. Dapatkah Anda jelaskan bagaimana Anda mengatasi masalah di tempat kerja/ sekolah/ perguruan tinggi? Pertanyaan ini menyiratkan bahwa sebagian besar pencari kerja tidak mampu menunjukkan kemampuan dan naluri berpikir kritis serta mengembangkan solusi.

8. Dapatkan Anda jelaskan perusahaan/ sekolah/ perguruan tinggi yang membuat Anda bermasalah? Pertanyaan di dalam pertanyaan ini adalah apakah Anda belajar dari kesalahan dan mengulangi kesalahan yang sama. Yang jadi bahan pertimbangan adalah apakah Anda terlalu mementingkan diri sendiri dalam menyikapi setiap tindakan yang berujung kesalahan. “Jangan katakan hal-hal buruk tentang kepribadian Anda,” kata Kennedy. “Di lain pihak, katakan sejelas-jelasnya kebaikan Anda dan pengalaman di masa lalu adalah guru terbaik.”

9. Bagaimana posisi ini menurut Anda dibandingkan dengan orang lain yang juga melamar? Apakah Anda merasa rendah diri dengan pekerja yang lain? Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui pemikiran Anda dalam menyikapi atau mengatasi persaingan pasar kerja yang membuat Anda diterima.

10. Jika Anda memenangkan lotere/ undian berhadiah uang banyak, apakah Anda masih akan bekerja? Pertanyaan ini mengarah pada motivasi, etika dan semangat kerja Anda. “Jawaban agar Anda diterima adalah,” kata Kennedy, “Meskipun dapat hadiah banyak uang, Anda tetap ingin mengisi posisi ini karena bekerja, menghadapi tantangan dan menggapai prestasi akan membuat hidup jadi menyenangkan, termasuk Anda. Katakan itu dengan tegas.”

Saran tambahan: Apa yang harus dikatakan jika Anda merasa kurang yakin. Jika kepada Anda diajukan pertanyaan sulit, jangan panik. Ambil nafas dalam-dalam, tatap mata penginterview Anda, dan katakan kalau itu adalah pertanyaan yang bagus yang harus Anda pikir matang-matang, hingga harus dilewati dulu. Penginterview mungkin akan lupa menanyakan lagi. “Tapi jika ditanyakan lagi dan Anda pikiran sedang ‘hang’, katakan saja Anda tidak tahu jawabannya. Itu menunjukkan kalau Anda adalah orang yang berhati-hati karena tidak mau sembarangan menjawab,” kata Kennedy.

“Penginterview mungkin tidak mempertimbangkan kesenjangan spesifik Anda pada topik tunggal untuk menjadi deal-breaker,” Kennedy menambahkan. “Sebagaimana umumnya, dalam hal interview, latihan akan membuat Anda siap menghadapinya.”

Sumber : jobs.aol.com        |       Foto : job-interviewtips.com
Read More

Doa Ala Mario Teguh

Doa Ala Mario Teguh
Untukmu yang diletihkan oleh kesedihan dan kekecewaan, bisikkanlah ini :

Tuhanku yang Maha Penyayang,

Aku sering disedihkan justru oleh orang yang kukasihi dan dikecewakan oleh orang yang kupercayai

Tapi sesungguhnya aku mengerti, bahwa jika aku lebih patuh pada-Mu dan memelihara diriku lebih dekat dengan kebaikan, Engkau akan menyelamatkanku dari sakit hati dan kekecewaan yang tak perlu.

Tuhanku, aku mohon ...

Jika memang aku harus sakit hati, sakitkanlah hatiku untuk menegaskanku mengakhiri yang tak baik bagiku, dan kecewakanlah aku untuk menjauhkan diriku dari orang palsu yang hanya memperdayaku.

Tuhanku, selamatkanlah aku, angkatlah (derajat)ku, dan anggunkanlah hidupku.

Amin.

(Mario Teguh)

Read More

Kumpulan Tips Mario Teguh

Kumpulan Tips Mario Teguh
Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila Anda berpikir bisa, segeralah lakukan.

Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus Anda takuti. Akan tetapi Anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri Anda dengan kecepatan apapun itu.

Jika Anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila Anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan Anda.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Anda hanya dekat dengan mereka yang Anda sukai. Dan seringkali Anda menghindari orang yang tidak tidak Anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.

Jangan menolak perubahan hanya karena Anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila Anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama Anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara Anda baru.

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap Anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap Anda salah.

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda.

Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, Anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang Anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian Anda dapat.

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.

Bila Anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda, bakatilah apapun pekerjaan Anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat.

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, Anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin Anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila Anda mencari uang, Anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika Anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka Andalah yang akan dicari uang.

Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

Sumber : salamsuper.com

Read More

Pekerjaan Berkualitas Lahir dari Hati

Pekerjaan Berkualitas Lahir dari Hati


Ada orang yang bekerja dengan kepandaian & pengetahuannya (head) ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.

Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga hasilnya akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita. Bagaimana bekerja dengan hati ???. Mulailah dengan lima langkah berikut ini :

TETAPKAN TUJUAN DARI DALAM HATI.
Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi ataupun gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam persaingan bisnis yang ketat dan ditengah kesulitan akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali mampu bertahan dan meraih sukses.

TEMUKAN KEPUASAN DALAM HATI.
Kepuasan finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam berbisnis atau bekerja.

BEKERJA DENGAN KETETAPAN HATI YANG TEGUH.
Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood, dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang teguh.

BANGUN TEAM DENGAN KESEHATIAN.
Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian. Bekerja sama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh (solid) dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

BEKERJA DENGAN SEPENUH HATI.
Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka yang bekerja dengan segenap hatinya. (ida dw)



Read More

Inbox: We reveal what makes World's Most Admired Companies thrive in good times and bad

Inbox: We reveal what makes World's Most Admired Companies thrive in good times and bad
Berita terkini dari HayGroup:

The answer, our findings suggest, is adaptability. Like successful creatures in nature, WMACs are quicker than others to find new opportunities. And they are more prepared to innovate, too. Finally, WMACs work hard to make themselves more effective, notably by harnessing their employees' insights and looking after their interests.

So WMACs are not only better at finding opportunity, they are also agile enough to exploit it. This is what keeps them adaptable – and consistently ahead of their peers.
   


    
Hay Group can tell you.
And our employee engagement and effectiveness surveys can tell you a lot more besides. In particular, they help business leaders find out what might be stopping people from giving their best. 

Hay Group clients find that our advanced survey philosophy of engaging and enabling employees helps them pinpoint exactly where change is needed to have the best impact on performance

I want to hear more about Hay Group Insight 



Actively looking for growth
Our research shows WMACs seek growth more actively than peers. Emerging markets are 'very important' or a 'top priority' for 79 per cent of them, while only 59 per cent of their peers are in step with this. Supporting and managing high-growth business units is a high priority for 82 per cent of WMACs, compared to 68 per cent of their peers.

Even when conditions are tough, WMACs prioritize growth. It might seem counterintuitive when protecting core business is the pragmatic option. But it's helping WMACs stay ahead.

Innovation 'baked in'
Innovation is part of the way WMACs operate. Naturally, they give it high priority: 88 per cent see innovation and product development as very important (compared to 79 per cent of peers). What's interesting, though, is how they innovate:



87 per cent capture and disseminate innovative ideas and best practices.
 
83 per cent innovate in areas of current strength – working to fix things that aren't broken.

83 per cent proactively address potential problems before they occur.

81 per cent leverage new technologies and creative approaches to improve effectiveness.

WMACs involve everyone in the innovation process. If employees are encouraged to proactively spot problems, fire off ideas and strive to improve things that already work just fine, the company is in a state of constant innovation. This makes WMACs highly adaptable to fluctuating conditions.

Everyone is part of the solution
There's no point driving new business and innovating if you can't then execute. WMACs stand out with the degree to which they involve their employees in improving efficiency and effectiveness. Ninety-one per cent of them regularly reach out to employees for ideas on how to increase efficiency. Only 76 per cent of their peers do likewise. One of the biggest gaps between WMACs and peers in our survey was on the issue of encouraging managers and employees to take reasonable risks to improve effectiveness. Ninety-four per cent of WMACs were prepared to do this, compared with only 77 per cent of peers.

Just as they do with innovation, WMACs leverage their employees by helping everyone to be part of the solution. As a result, they strike a balance between growth and running efficient operations.

Looking after themselves
Survival of the fittest may be a cliché but it holds true for organizations. WMACs keep in shape by looking after their people. Nearly 50 per cent see employee work/life balance as an important issue, compared to only 30 per cent of peers. And 44 per cent think it's a priority to address work conditions that inhibit success, while 34 per cent of peer firms share this view. WMACs put more emphasis on integrating new staff into the organization and they are more sensitive to the needs of different generations of employees.

They keep their employees sharp, too: 89 per cent of WMACs make sure skills keep pace with job demands, whereas only 76 per cent do the same. And they manage performance more actively. Eighty-nine per cent of WMACs both actively provide coaching, compared with 78 per cent of peer firms.

By actively looking after their employees, WMACs create organizations that are more fit and agile.


Read More

Tahukah Anda, Otak Kita Bisa Diprogram Untuk Merubah Nasib?

Tahukah Anda,  Otak Kita Bisa Diprogram Untuk Merubah Nasib?
”Pasrah pada nasib” atau ”Menyerah pada keadaan”, itulah kalimat yang seringkali kita lontarkan saat merasa tak berdaya karena gagal mencapai cita-cita atau tdk bisa memenuhi keinginan. Seringkali pula kita merasa kemalangan bertubi-tubi menimpa hidup kita. Dalam beberapa hal kadang kita merasa ”ketidak-adilan” sedang menimpa kita. ”Kenapa saya yang sudah rajin beribadah dan berbuat baik masih saja menerima nasib buruk? Kenapa orang lain yang tidak lebih baik dari saya, kok malah selalu saja lebih beruntung daripada saya?” Mungkin itu pertanyaan yang sering muncul di benak kita.

Sebenarnya ”nasib” kita berada di tangan kita sendiri. Anda-lah yang menentukan hidup Anda dan menciptakan ”jalur kehidupan” Anda sendiri melalui perilaku dan pola pikir Anda sehari-hari. Bukankah dalam Al-Qur’an ada ayat yang mengatakan ”Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubahnya”. Bedakan NASIB dengan TAKDIR. Takdir yang tak bisa diubah hanya menyangkut 3 (tiga) hal : maut, jodoh dan rizki. Selebihnya, jalan hidup kita, kita-lah yang menentukan. Karena itu, mulai sekarang enyahkanlah pikiran : ”apapun yang terjadi, (biar) terjadilah!”. Sebab faktanya : ”yang akan terjadi adalah apa yang Anda perbuat”. Jika Anda tidak suka sesuatu terjadi, Anda dapat merubahnya. Anda dapat mengesampingkan dan merubah situasi dengan cara berpikir dan bertindak yang berbeda dari sebelumnya. Anda bisa membuat pilihan sendiri, bahkan ketika Anda merasa dipengaruhi oleh apa yang Anda persepsikan sebagai ”takdir”, Anda tetap punya pilihan untuk bertindak bebas, setidaknya pada saat-saat terakhir.

Hal tersebut mengacu pada prinsip bahwa jiwa/ pikiran, raga/tubuh dan sukma/ nyawa (mind, body & spirit/soul) sebagai satu kesatuan yang menyeluruh. Kita dapat menikmati kesehatan yang hakiki, hanya jika ketiga aspek tersebut berada dalam keseimbangan. Apapun yang Anda pikirkan, katakan dan lakukan, pada hakikatnya berhubungan sedemikian rupa dengan setiap bagian dari keberadaan/eksistensi Anda. Jadi, sebenarnya Anda menentukan hidup Anda sendiri melalui pemikiran Anda sehari-hari.

Anda dapat menciptakan apapun yang Anda bayangkan! Pikiran memiliki kekuatan ”magis” yang dapat menciptakan ”gambar” dan ”rencana” yang dapat Anda ubah menjadi kenyataan. BERPIKIR (tentang sesuatu) adalah PERCAYA (akan sesuatu tersebut). Anda dapat membuat apapun hasil yang Anda inginkan. Tapi harus diingat bahwa kekuatan pikiran ini dapat menciptakan citra positif maupun citra negatif.

Anda dapat terus menerus meng-create jalan hidup Anda dengan memfokuskan pikiran dan imajinasi Anda. Dalam buku ”The Little Engine That Could”, diceritakan ada seseorang yang dianggap terlalu kecil untuk mendaki sebuah gunung, sebagaimana anggapan semua orang. Tapi ia terus menerus mengatakan ”Saya pikir saya bisa!” ... dan akhirnya ia benar-benar bisa! Contoh lain adalah seorang pemain gelandang dari tim sepak bola papan atas di Amerika yang sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan kejuaraan. Ia mempraktekkan teknik visualisasi ”imajinasi mental” ini, dengan membayangkan bagaimana dirinya tengah bermain bola dengan sebaik-baiknya. Ia terus membayangkan hal itu sepanjang tahun, terutama saat menjelang tidur. Hasilnya : ia yang semula tak pernah diperhitungkan, akhirnya terpilih menjadi gelandang terbaik nasional!

Pikiran Anda seperti layaknya sebuah tape recorder. Berhati-hatilah menyerap segala hal yang Anda katakan dan pikirkan dan bertindak sesuai apa yang Anda percayai tersebut. Pikiran Anda akan meng-adop semua yang Anda pikirkan; dan apa yang Anda percayai akan menjadi ”nasib” yang menimpa Anda. Jadi, dalam ”taman mental” Anda, sebarkanlah benih-benih dari hal-hal apa yang ingin Anda petik. Seperti halnya menebar benih di atas lahan subur, Anda menebar ”imajinasi mental” di dalam alam pra-sadar Anda. Perwujudan jelas imajinasi mental dari hal yang Anda inginkan, akan membuat Anda (berupaya) menarik/ menciptakan kondisi yang diinginkan, kesempatan, dan orang-orang yang punya keterkaitan untuk mewujudkan mimpi Anda.

Makin Anda mengembangkan kemampuan ”penggambaran” / ”imajinasi” ini, makin cepat jagad raya akan merespon dengan membuat mimpi Anda menjadi kenyataan. Ingatlah bahwa alam sadar Anda terbatas, sementara kekuatan Tuhan tak terbatas. Anda juga harus harus bersabar, sebab kadangkala makin lama ”imajinasi mental” Anda membuahkan hasil, maka hasilnya pun akan lebih besar. Berhati-hatilah selalu karena ”kekuatan” pikiran dapat bekerja dengan mencengangkan atau bahkan merusak, tergantung pada apa yang Anda bayangkan. Apakah Anda membayangkan kegagalan atau kesuksesan? Membangun imanjinasi positif berarti ”mengucapkan selamat” pada diri Anda untuk melakukan suatu hal dengan baik. Apapun yang terjadi dalam hidup Anda sekarang adalah merupakan refleksi dari bayangan yang sebelumnya telah Anda susun dalam pikiran Anda.

Bahkan ketika alam sadar Anda dan pikiran yang masuk akal merasa bahwa Anda tidak cukup berharga untuk mendapatkan imajinasi positif tersebut, atau hal itu tidak memungkinkan bagi Anda untuk mencapainya, imajinasi mental Anda akan memberi Anda kekuatan lebih pada alam sadar Anda. Jadi berhati-hatilah dengan apa yang Anda bayangkan. Pastikan bahwa Anda membayangkan apa yang Anda inginkan, bukan apa yang orang lain inginkan atau yang dikira orang Anda membutuhkannya. Sebab, siapa Anda akan menentukan apa yang akan Anda dapatkan!

Ciptakanlah masa depan Anda sendiri dengan memilih cara berpikir yang lain dan membuat keputusan yang lain. Ada pepatah asing yang mengatakan : ”Orang bodoh mematuhi planet (nasib), sedangkan orang bijak mengacuhkannya”. Masing-masing kita terlahir dengan kecenderungan tertentu, namun masih tetap ada kekuatan dalam diri kita untuk menentukan bagian tertentu dari hidup kita, melalui pemikiran dan tindakan kita.


Karena itu, tak ada salahnya Anda mencoba langkah-langkah berikut :
1.  Programkanlah hal-hal baik di otak Anda;
2.  Pikirkanlah/ susunlah rencana bagaimana cara mewujudkan hal itu;
3. Terus tanamkan keyakinan bahwa Anda bisa mencapainya, hingga alam pra-sadar Anda memberi kekuatan lebih pada alam sadar Anda untuk mewujudkan impian itu;
4.  Jangan berhenti berdoa agar ALLAH membantu Anda;
5.  Bersabarlah menunggu mimpi Anda menjadi kenyataan.


Ira (ref. : Create Your Own Future by Linda Georgian)
Read More

Pengusaha & Malaikat

Pengusaha & Malaikat
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!”

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ... " kata si pengusaha ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 11 malam, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit". Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka. Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu".

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atahu ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang! Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?" Mendengar gumaman si pengusaha, Malaikat menjawab, '"Ada beberapa orang yang berdoa buatmu, tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan hanya karena kau tidak menyukainya".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya makin deras mengalir ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan istrinya yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 12 tengah malam, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 12 malam". Dengan terheran-heran dan tidak percaya si pengusaha bertanya, “Siapakah yang 47 orang itu?”. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. “Bukankah itu Panti Asuhan?”, kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. Tadi pagi salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca berita di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran itu ia yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu!”. 

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Penulis : Mindarti
Read More

Cakil

Cakil
Cakil itu penggambaran dari sosok manusia yang sudah buruk rupa, buruk pula perangainya. Dia suka menjilat kanan kiri, dan juga suka mengadu domba atas bawah. Di tiap gelaran zaman, tokoh semacam Cakil selalu ada.
Tokoh Cakil, yang nama resminya Kiai Genðér Penjalén, adalah tokoh aneh, kalau perang tidak pernah menang dan selalu mati tertusuk kerisnya sendiri. Biarpun begitu ia sekaligus tokoh yang sakti karena biarpun kalah dan mati melulu ia selalu hidup lagi, hidup lagi, dan hidup lagi untuk berperang melawan satria yang lain.  Dus, dalam dunia pewayangan tokoh yang paling sakti justru bukan satria2, tetapi Dityo Kolo Genðér Penjalén. Ia bisa dikalahkan tetapi tidak pernah bisa mati.
Jika Cakil adalah pralambang keburukan/ kejahatan, maka keburukan dan kejahatan tak pernah bisa mati. Sepanjang jaman. Penipu, maling, penganiaya, pembunuh, koruptor, dll, selalu diperangi tetapi tak pernah bisa mati. Selalu ada lagi, ada lagi, dan ada lagi. Itulah keseimbangan alam yang oleh Ki Sinðunoto yang mengungkap falsafah Jawi disebut Cakra Manggilingan (roda yang berputar).
Selalu ada senang-susah, gelap-terang, bahagia-samsara, jahat-baik, jelek-tampan, sukses-gagal, kecewa-puas, kaya-miskin, ada-tiada, kelahiran-kematian, dst, dst. Tiada sukses jika tak ada gagal. Tak ada puas jika tak ada kecewa. Tak ada kebaikan jika tak ada keburukan. Tak ada pemangsa (predator) kalau tak ada yang dimangsa. Yang dimangsa tak bisa eksis tanpa kehadiran pemangsa. Selalu ada dikotomi. Selalu ada pertentangan. Selalu ada oposisi biner. Itulah ekuilibrium=keseimbangan.
Sorga dan neraka ada bersamaan, di kurun waktu yang sama di ruang yang sama. Tak terpisahkan. Sorga dan neraka ada di dunia ini. Bersamaan. Mustahal ada 'kebahagiaan abadi'. Mustahal ada 'samsara abadi'. Itu paradox sorga dan neraka. Jika Cakil bermakna samsara, maka untuk berbahagia kita dihadang Cakil. Kita bunuh Cakil, ia hidup lagi, hidup lagi dan hidup lagi. Kebahagiaan baru ada jika ada samsara.
Cakil bisa juga kita pralambangkan dengan kesulitan hidup. Yang senantiasa menghadang kita (satria). Itulah 'Ðarma' kita berperang melawan kesulitan hidup yang ada pada sosok Cakil. Mengalahkan Cakil bukanlah hanya dengan membunuhnya karena ia tak bisa mati. Mengalahkan Cakil adalah memahami, bahwa ia tak bisa mati. Dengan paradigma ini kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi kesulitan hidup (=Cakil). Apakah itu kekecewaan, kegagalan, kesedihan, samsara, nestapa, dll. Biarpun kita bisa mengatasi, kesulitan hidup selalu datang lagi, ibarat Cakil yang tak bisa mati.
Cakil adalah kelanggengan, selalu ada, tak pernah tiada, tak pernah berakir. Tanpa Cakil tak akan terjadi keseimbangan, yang ada adalah 'goro-goro' (kekacauan). Itulah Cakil, yang selalu ada di sekitar kita, the guardian of equilibrium, sang jogoboyo keseimbangan. Ia tak bisa mati. Itulah falsafah Jawi dalam dunia wayang yang sering merupakan replika dunia nyata.
Read More

Kelirumologi di Dunia Usaha

Kelirumologi di Dunia Usaha

Benarkah paradigma ini :
Pengusaha las akan 'memaksa' pekerja agar lasnya lebih baik dan lebih banyak, dengan upah yang sekecil mungkin?
Bank membayar upah bankir jugak seminimal mungkin untuk menghindari spread dana negatip?
 Pekerja yang baik adalah yang bisa diperas jasanya sebanyak-banyaknya?
Manajer/mandor yg baek adl yg mampu memeras buruhnya sebanyak-banyaknya?
Benarkah apa yang diungkap di atas bisa dilaksanaken?
Yhak, sampai derajad2 tertentu memang bisa dijalanken. Dalam praktek, itu banyak dilakuken. Pertanyaannya, apakah itu langkah managerial yang tepat ? Lihat kasus2 sbb :
Jika gaji standar kepala cabang bank katakan 100, apakah Anda akan memilih bankir yang bergaji 150 menghasilken laba 1.000, atau yang bergaji 150 nyetor laba 1.500? Ini sudah cukup membuktiken bahwa meminimalken gaji untuk memaksimalken laba adalah sebuah kelirumologi.
Biarpun tidak selalu begitu, umumnya murah identik dengan murahan. Ujungnya adalah kualitas atau unjuk kerja yang buruk. Yang sering terjadi adalah niatnya ngirit, jadinya mbalah ngorot-orot. Tukang las murahan mengasilken las2an yang bocor2 melulu, copot2 melulu. Akibatnya repair, repair, dan repair lage. Jatuhnya lebih mahal!
Memaksimalken laba adalah konsep kuno. Yang sekarang terjadi adalah misalnya menaikken pangsa pasar, memuasken pelanggan, konsep stake holder, inovasi, terobosan, diferensiasi, dll, masih banyak lagi kiat2 untuk menghindari spread negatip (rugi). Meminimalken upah hanyalah satu dari sekian banyak cara.
Silahken simak juga struktur harga. Misalnya struktur harga adalah :
Biaya langsung :
-     Upah                  :     020
-     Material             :     100
Subtotal                   :                 120
Biaya tak langsung :
-     Overhead          :     020
-     Biaya modal     :     020
-     Transportasi     :     050
Subtotal                   :                 090
Total (HPP)             :                             210
Laba                        :     0                      040, sehingga harga jual 250.

Total harga 250. Dus, komponen upah hanya 4% dari keseluruhan harga. Maka, menekan upah, misalnya 20% dari pasaran cuma menghasilken penurunan harga 20% x 4% = 0.8% = 4. Tak banyak gunanya, to? Bukankah lebih efektip menurunken laba dari 40 menjadi 35?
Menekan upah hanya efektip jika komponen upah dominan.
Di negara kita, umumnya upah proporsinya kecil. Menekan upah lebih banyak mengundang kesulitan dari pada menaikkan laba.
Jika begitu, mengapa upah buruh rendah? Karena kombinasi kompetisi dan hukum penawaran & permintaan. Apapun, jika jumlahnya berlimpah, pasti jatuh harganya. Yang menjatuhkan upah bukan se-mata2 pengusaha. Itu karena sesama pekerja saling mendahului. Banting2an harga.
Kedua, faktor kompetisi antar perusahaan. Dulu harga CD-ROM sekeping 10.000 sekarang 1.000 dah dapet. Dulu naik montor mulók ke Jogjakarta 400.000 adalah kemewahan. Sekarang 165.000 saja. Apa akibatnya? Sudah pasti upah karyawan kesabet. Ndak bisa tidak. Siapa biang keroknya? Konsumen! Mereka dengan sewenang-wenang lari ke harga yang lebih murah. Harga jadi terinjek-injek. Termasuk upah. Pengusahahaha berada di tengah. Ia harus melayani pembeli karena merekalah sang raja. Konsumen memegang kekuasaan di koceknya.
Tetapi, konsumen juga tak bisa disalahken 100%. Sebab mereka di-iming2i harga yang lebih murah. Jadilah lingkaran setan yang ndak jelas ujung pangkalnya. Yang bisa kita pastiken adalah hukum permintaan & penawaran sebagai faktor paling dominan.
Faktor kedua adalah kompetisi.
Di negara (ex) komunis (dulu) faktor kompetisi dibusek. Partai yang menentuken upah dengan basis sama rata sama rasa. Terbukti itu ndak jalan. Karena yang rajin, yang berjiwa wiraswasta, yang serakah, yang pandai cari uang, disamaken dengan buruh2 yang bisanya cuma nyekrup.
Timbul kelirumologi : banyak di antara pembaca merasa tenaganya 'diperas'
oleh perusahaan. Merasa dinjek-injek. Mereka menyalahken dan memusuhi perusahaan. Akibatnya karyawan tsb jadi malas2an bekerja dan prestasinya memble. Cara berfikir yang demikian ini sangat destruktip. Justru merugiken karyawan ybs.

Bukan se-mata2 perusahaan yang menekan upah. Ada banyak pihak, yang jelas sesama pekerja saling mendahului, sesama perusahaan bersaing, dan hukum demand & supply, ditambah lagi konsumen yang se-wenang2.
Apakah perusahaan bisa lepas tangan? Sudah pasti tidak, ia merupakan satu
bagian dari berbagai faktor yang menyebabken rendahnya upah. Tetapi bisakah ia menaikken upah di atas harga pasar? Tidak bisa, ia akan kalah bersaing dengan perusahaan sejenis. Siapa wasitnya, yang menentuken siapa kalah-menang?
K o n s u m e n.
Pada akhirnya, yang menentukan upah kita bukan lagi pihak lain. Bukan pengusahahaha, bukan konsumen, bukan hukum penawaran dan permintaan. Tetapi kita, kita sendiri yang menentuken mo berpenghasilan berapa. Itu tak bisa diselesaiken dengan mencari kambing hitam.
Kita hanya punya satu pilihan : berprestasi. Jika itu tercapai, kita bisa mengatasi hukum penawaran & permintaan. Ibarat bisa mengatasi hukum gravitasi, kita tak bakalan kembola-kembali jatuh ke upah ngeres.
 Ini saya utarakan dengan amat sangat jelasnya dalam artikel saya tentang
sikap kerja, bahwa yang menentuken upah kita bukanlah pihak lain, tetapi ada tiga faktor, yaitu :
- Faktor Internal
- Faktor Internal
- Faktor Internal

Penulis: Sumardiono Brotosumarto (Kibroto)
Read More

Comments