Abrasi Pantai Siyut Kian Parah

Jika sebelumnya pemerintah melalui dana APBN menangani Pantai lebih karena tingkat abrasinya semakin parah, hal yang sama juga patut dilakukan terhadap Pantai Siyut di Kabupaten Gianyar. Pantai yang terletak di sebelah timur Pantai Lebih itu tingkat abrasi atau pengikisan pantainya mulai memprihatinkan. Sebagian lahan pertanian milik warga sekitar mulai terimbas, serta aktivitas para nelayan berkurang akibat ketidaknyamanan karena abrasi itu.

Tidak hanya itu, abrasi yang diprediksi pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar mampu mengikis badan pantai hingga sekitar 4 meteran dalam setiap tahunnya itu juga berimbas pada Sungai Tukad Arum. Tukad yang terletak dan menjadi pembatas 2 wilayah kabupaten dengan pantai berbeda, yakni Gianyar dengan Pantai Siyut dan Kabupaten Klungkung dengan Pantai Tegal Besar, pun menjadi dangkal. Bahkan arus muara sungai pada kedua pantai itu terputus, tertimbun pasir pantai pengaruh abrasi tersebut.

Parahnya lagi, pendangkalan Tukad Arum akibat abrasi itu malah dijadikan tempat penyeberangan oleh warga sekitar dan menjadi ancaman baru bagi keselamatannya. Seperti yang dialami dan dilakukan I Wayan Sukriya (45). Pria peternak asal Banjar Tegal Besar, Klungkung, ini pada awalnya memaksa hendak menyeberangi muara Tukad Arum yang dangkal padahal kondisi arus ombak saat itu, Rabu siang, 14 Maret 2012, lumayan deras. Beruntung ia masih mendengar peringatan Suda (50), pria yang belakangan diketahui sebagai tetangga dekatnya. Suda berulang-ulang memperingati supaya Sukriya tidak melakukan aksi yang tergolong nekad itu. “Jangan dulu melintas. Bahaya,” teriak Suda.
Sukriya (dalam lingkaran) ketika hendak menyeberangi muara di tengah derasnya ombak pantai
(Foto: mwn)

Kepada FAKTA, Sukriya yang akhirnya urung melintas, menuturkan, ia yang mengaku kesehariannya menyabit rumput di lahan warga sekitar Pantai Siyut untuk pakan ternak sapi peliharaannya, terkadang terpaksa harus menyeberangi arus sungai yang menjadi berbahaya tatkala arus ombak cukup deras. “Kalau tidak begitu, ternak saya bisa kelaparan, Pak,” ujar Sukriya.

Ancaman yang dialami Sukriya juga bisa dialami warga sekitar lainnya. Mengingat masih banyak lagi warga yang melakukan aktivitas di pantai yang disebut-sebut abrasinya sudah lama diajukan perbaikan namun belum juga direalisasikan oleh pemerintah itu. Baik warga yang hanya sekedar menikmati suasana pantai, pun dengan warga yang memang terbiasa melakukan aktivitas pemancingan dan aktivitas persembahyangan di pantai tersebut.

Kondisi itu setidaknya patut menjadi perhatian pemerintah, khususnya pihak yang membidangi, untuk segera melakukan perbaikan atas kondisi abrasi Pantai Siyut serta pantai yang disebut warga Tegal Besar itu tanpa harus menunggu jatuhnya korban. Ancaman keselamatan jiwa serta lahan pertanian warga sekitar, atau lebih jauh lagi ancaman terhadap kondisi laiknya Jalan By Pass Tohpati-Kusamba yang jika lama dibiarkan akan terimbas juga, harus segera ditangani. Apalagi tingkat abrasi yang terjadi sudah parah, seperti diakui pihak Dinas PU Kabupaten Gianyar, di mana hampir 4 meteran badan pantai terkikis abrasi.

Terkait Tukad Arum yang dijadikan pelintasan oleh warga sekitar pun patut mendapatkan perhatian dengan melakukan perubahan, bukan malah mempersalahkan pelakunya. Mengingat kondisi yang terjadi dan dialami tukad itulah sebagai pemicunya, menjadikan sebagian warga beralasan melintas untuk menyingkat waktu padahal mengancam keselamatan jiwanya. (Mwn)R.26

Sumber : Majalah Fakta


Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments