12 Aturan Emas dalam Percakapan

Berinteraksi dengan orang lain dalam bentuk percakapan adalah cara terbaik menjadi bahagia. Bercakap-cakap pun ada seninya agar percakapan tak jadi membosankan.

Ikutilah tips abadi berikut ini untuk menjadi seorang conversationalist yang baik.

1. Hindari percakapan detail yang tak perlu.

Jangan sampai menyimpang dari topik pembicaraan. Jangan buang-buang waktu dengan membicarakan hal-hal yang tak penting.

2. Jangan ajukan pertanyaan lain sebelum pertanyaan sebelumnya dijawab.

Misalnya Anda menanyakan kabar tentang anak-anak dari lawan bicara Anda, jangan sekonyong-koder ganti menanyakan jadwal senamnya sebelum ia selesai menjawab.

3. Jangan menginterupsi pembicaraan orang (kecuali kalau Anda anggota DPR).

Juga, berusahalah untuk bicara pendek-pendek saja agar lawan bicara Anda berkesempatan untuk bicara juga.

4. Jangan menyanggah jika tak penting-penting banget.

Orang kerap menyanggap biasanya menunjukkan hal sebaliknya. Jadi hindari saja sikap ini.

5. Jangan mendominasi percakapan.

Pancinglah dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui hal-hal yang Anda berdua pahami.

6. Jangan sok hebat dalam cerita Anda.

Bersikap saling rendah hati akan membuat percakapan jadi menyenangkan.

7. Carilah topik yang menarik kedua belah pihak untuk dibicarakan.

Galilah apa yang menarik minat lawan bicara Anda. Jangan bicara politik jika lawan bicara Anda lebih suka seni.

8. Jadilah pendengar yang baik.

Dalam sebuah komunikasi yang baik adalah menjadi pendengar yang baik.

9. Percakapan harus selaras dengan keadaan sekitar.

Jangan “bicara soal keju jika bulan lebih cocok dijadikan topik". Juga, jangan berlama-lama berdiam diri karena kehabisan bahan pembicaraan.

10. Jangan melebih-lebihkan (apalagi membual).

Tidak harus selalu “terbaik”, “terburuk”, atau “terlucu.”

11. Jangan salah kutip.

“Gunakan kutipan untuk bahan pembicaraan, jangan jadikan bahan pembicaraan sebagai kutipan.”

12. Tumbuhkan sikap bijak.

Jangan jadi pembohong, tapi juga jangan merasa perlu menyakiti. Jangan katakan sesuatu seperi kurang sehat, sakit, atau lelah. Hal ini bisa membuat percakapan terhenti dan lawan bicara menjadi tidak nyaman. Jangan mengisyaratkan hal-hal seperti itu, atau menanyakan apakah malam sudah terlalu larut. Ingat, diam adalah pilihan. “Katakan hal-hal yang benar, atau diam.”

Sumber : Reader's Digest    |    Foto : Conversation Arts


Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments