Lagu Campursari: Pentil Kecakot

Cak Diqin.
Cukup banyak lagu campur sari berlirik jenaka dan dari judulnya berkonotasi “ngeres” padahal ternyata tidak demikian. Salah satunya adalah “Pentil Kecakot” ini. Dalam bahasa Indonesia, pentil kecakot artinya puting payudara tergigit.

Terminologi Pentil Kecakot yang merupakan singkatan dari Penjaga Tilpun (telepon) Kecamatan Kota bukanlah hal baru, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Saat masih SMA saya sudah akrab dengan istilah ini, seperti halnya "Bupati" (buka paha tinggi-tinggi).

Dalam lagu yang dipopulerkan oleh Muhamad Sodiqin (Cak Diqin) ini digambarkan sepasang kekasih berdialog tentang kelangsungan hubungan mereka, dan sang wanita menanyakan pekerjaan pujaan hatinya. Berikut ini liriknya :

Aku takon ojo serik ati (aku tanya, jangan sakit hati)
Gek takono aku kang mangsuli (tanya sajalah, aku akan menjawab)
Opo ndiko tresno aku iki (apa kamu cinta aku)
Wani sumpah wis arep tak rabi (berani sumpah sudah mau kunikahi)

Takon maneh ndiko ojo gelo (tanya lagi, kamu jangan kecil hati/ kecewa)
Tak jawabe arep takon opo (biar kujawab, mau tanya apa)
Wani ngrabi gaweyanmu opo (berani menikahi, pekerjaanmu apa)
Pentil kecakot gaweyan wis cetho (pentil kecakot, pekerjaan sudah jelas)

Maksud loh 2x (maksudmu)
Tak jelaske (kujelaskan)

Kan kujawab bagaimana dinda 
Gaweyan saru mbok jangan sembrono (pekerjaan porno, jangan ceroboh/ asal ngomong)
Pentil kecakot apa artinya (pentil kecakot apa artinya)
Penjaga tilpun (telepon) kecamatan kota

Yen mangkono ayo kapan kawin (kalau begitu kapan kita menikah)
Sesuk isuk mangkat ning pak modin (besok pagi kita ke penghulu)
Pentil kecakot opo wis trimo (pentil kecakot apa sudah dimengerti)
Aku trimo ojo gawe lara (aku mengerti, jangan menyakiti) (mp2)




Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments