Fakta Baru yang Mengejutkan Tentang Pelecehan Seksual

Beberapa waktu yang lalu diberitakan, seorang wanita setengah baya melaporkan kasus pelecehan atas diri seorang gadis remaja yang dilihatnya di atas busway di Jakarta. Ini bukanlah kasus yang pertama terjadi. Sudah cukup sering kasus serupa terjadi dan kebanyakan orang sudah tahu kalau itu adalah tindakan kriminal yang mempunyai konsekuensi hukum. Tapi kenapa masih saja ada yang melakukannya?

Contohnya seperti yang diberitakan oleh discovery.com berikut ini.

Baru-baru ini American Association of University Women (AAUW) mempublikasikan, bahwa setengah dari siswa kelas 7 sampai 12 pernah mengalami pelecehan seksual. Data ini didasarkan pada hasil survey terhadap 1.965 siswa, di mana 1.002 adalah siswa wanita, sisanya siswa pria.

Hal ini membuat heboh masyarakat Amerika. New York Times memasang headline berbunyi “Widespread Sexual Harassment of Students in Grades 7 to 12” (“Marak, Pelecehan Seksual Siswa Kelas 7 – 12”). Berita lain menyebut pelecehan seksual ini sebagai “merajalela” dan bahkan “mewabah”.

Pelecehan seksual, apakah itu di sekolah, tempat kerja, dan tempat-tempat lainnya, adalah masalah yang nyata dan ketika para siswa pada tingkat tersebut menyatakan pernah dilecehkan secara seksual, ini berarti masalah serius.

Dari waktu ke waktu, definisi pelecehan seksual ini terus berubah. Pelecehan seksual di tempat kerja sering (tapi tidak selalu) dilakukan akibat ketidakseimbangan kekuasaan, seperti atasan kepada bawahannya. Tapi di lingkungan sekolah situasinya berbeda. Pelecehan bukan datang dari perbedaan kekuasaan, tapi justru di antara siswa/ siswi sendiri, biasanya dalam konteks saling menggoda dan komentar-komentar iseng yang biasa dilakukan remaja-remaja usia sekolah.

Dalam sureveynya, AAUW menanyakan kepada siswa bentuk-bentuk pelecehan yang mereka terima dan inilah jawaban mereka :
  • Dikomentari, dijadikan lelucon atau diperagakan gerak-gerik tubuh yang menjurus ke arah seksual, baik secara langsung maupun melalui tulisan, email, facebook
  • Dijuluki lesbian atau gay dengan cara negatif, baik secara langsung maupun melalui tulisan, email, facebook
  • Disentuh secara seksual
  • Dipertontonkan gambar-gambar porno
  • Diintimidasi secara seksual
  • Dipaksa melakukan sesuatu yang menjurus ke arah seksual
  • Di sini jelas bahwa definisi pelecehan seksual menurut survey ini sangat luas dan wajar jika kemudian menunjukkan data statistik yang cukup tinggi.

Sumber : discovery.com


Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments