Facebook Bisa Membuat ‘Ketagihan’

Facebook adalah sebuah aktifitas yang membentuk kebiasaan, tapi para pengguna yang menghabiskan banyak waktu pada situs ini mengatakan kalau mereka kurang bahagia dengan hidupnya.

Para peneliti dari University of Gothenburg mengatakan bahwa banyak pengguna yang langsung log in ke Facebook begitu mereka menyalakan komputer, dan perilaku ini dapat berkembang menjadi ‘ketagihan’.

Orang dengan penghasilan dan berpendidikan rendah adalah yang paling beresiko.

Lebih dari 85% pengguna mengatakan bahwa mereka setiap hari berfacebook ria, di mana setengahnya menyatakan langsung masuk ke Facebook begitu mulai mengakses internet.

Setengah dari mereka khawatir tidak akan menjadi ‘yang teratas’ jika tidak segera log in ke Facebook, dan 25% di antaranya mengatakan merasa galau jika tidak log in rutin.

Survei di Swedia terhadap 1.000 orang berusia 18-73 tahun menunjukkan kalau jejaring tersebut mempunyai sisi buruk.

“Berfacebook ria bisa menjadi kebiasaan yang tak disadari. Mayoritas responden log in setiap kali memulai akses internet. Hal ini bisa berkembang menjadi ketagihan,” kata Leif Denti, mahasiswa program doktoral psikologi di University of Gothenburg.

Orang berpenghasilan dan berpendidikan rendah menghabiskan lebih banyak waktu dengan Facebook.

Secara umum wanita adalah yang paling aktif dibandingkan pria.

Pengguna berpenghasilan dan berpendidikan rendah menggunakan Facebook lebih banyak daripada kelompok lain. Di group ini, pengguna yang menghabiskan lebih banyak dengan Facebook dilaporkan juga merasa kurang bahagia dan hampa dalam hidupnya.

Hubungan ini juga mewakili kaum wanita, sementara yang pria tidak.

Yang juga mengejutkan tentang situs jejaring sosial ini adalah bahwa meskipun banyak pengguna yang saling bertukar ‘berita pribadi’ melalui situs ini, tapi isinya cenderung murni berfokus pada hal-hal positif.

“Facebook adalah sarana sosial yang secara jelas digunakan untuk menjalin hubungan dengan teman-teman dan keluarga.”

“Tapi pengguna tidak menulis sembarangan, sebagian besar tulisan yang mereka share menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan kejadian penting dan positif dan mereka merasa nyaman. Hanya 38% yang menulis tentang emosi dan kejadian negatif,: kata Leif Denti.

Sumber : Daily Mail


Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments