Benda Kecil yang Berperan Besar Merubah Perilaku Kita



Faktor penyebab utamanya adalah kemajuan teknologi. Dengan kata lain, teknologilah yang paling bertanggung jawab atas perubahan pola perilaku dan bahkan budaya kita. Tujuannya, tak lain adalah untuk membuat urusan kita jadi lebih mudah dan praktis. Namun ada juga karena pengaruh budaya bangsa lain yang dinilai praktis untuk dilakukan.

Berikut beberapa benda yang saya catat sebagai benda relatif kecil namun mampu merubah perilaku/ budaya kita :

Air Minum Kemasan


Disadari atau tidak, air minum kemasan, baik berbentuk gelas, botol maupun galon plastik, telah merubah kebiasaan masyarakat kita hingga ke pelosok-pelosok. Dulu, saat ada acara hajatan, sang tuan rumah biasanya menyuguhkan teh manis panas/ hangat. Tapi sejak kemunculan air minum kemasan, yang disajikan cukup air minum kemasan gelas plastik. Tuan rumah tak perlu lagi repot-repot mencuci gelas-gelasnya, atau membayar sewa jika jumlah tamunya melebihi persediaan gelas miliknya.

Demikian pula dengan air kemasan galon, didukung dengan adanya dispenser. Kita tidak perlu memasak air atau menyimpan botolan air di dalam kulkas. Tinggal pencet yang panas, dingin atau biasa, beres.

Uniknya, kita terbiasa menyebut air kemasan dengan aqua, padahal mungkin saja yang kita maksud bukan Aqua, tapi merek lain. Ini terjadi karena Aqua adalah merek air minum kemasan yang pertama merakyat di Indonesia.

Angpao


Angpao adalah tradisi bangsa China, yaitu memasukkan uang dalam kantong/ amplop kertas untuk diberikan kepada orang lain. Biasanya saat tahun baru Imlek. Yang ini memang bukan tergolong teknologi, tapi praktis. Lihat saja di acara-acara pernikahan, khitan atau ulang tahun. Tak ada lagi bingkisan berbungkus kertas warna-warni dengan ukuran dan isi bermacam-macam. Selipkan saja sejumlah uang dalam amplop dan itu sudah cukup merepresentasikan, bahwa kita hadir dalam acara itu.

Bahkan di awal-awal maraknya kebiasaan ini, banyak kartu undangan yang diselipi pesan untuk tidak memberikan kado dalam bentuk barang. Artinya mendorong kita untuk memberi bingkisanberbentuk angpao. Kini, karena sudah menjadi kebiasaan, jarang ada undangan yang diberi pesan seperti itu.

Video Game


Nintendo, XBox, Playstation bisa jadi adalah ciptaan teknologi yang paling bertanggung jawab mendidik perilaku individualistis, menggeser permainan tradisional yang bersifat lebih sosial. Petak umpet, "benteng-bentengan", dan berbagai permainan berkelompok lainnya makin jarang dilakukan. Atau memang sudah punah?

Komputer


Sejalan dengan perkembangannya yang demikian pesat, komputer membuat membuat mesin ketik konvensional menjadi semakin kehilangan pamornya. Terlebih dengan adanya laptop/ notebook yang bisa dioperasikan di mana saja, bahkan di kakus sekalipun. Sejumlah lembaga pendidikan bahkan ada yang mewajibkan siswanya untuk mencatat dengan laptop saat pelajaran berlangsung.

Dampak negatif paling terasa dengan adanya komputer ini adalah bahwa orang menjadi berkurang ketelitiannya. Bila dengan mesin ketik konvesional kita harus sangat berhati-hati menekan tombol-tombol hurufnya agar tidak terjadi kesalahan, karena salah ketik bisa berarti kertas terbuang dan kita harus mengulang dari awal lagi. Dampak buruk lainnya, kita jadi malas menulis dengan tangan. Rasanya, bentuk tulisan sebelum terbiasa menggunakan komputer jadi berubah makin jelek setelah kita terbiasa mengetik dengan komputer.

Tipp-Ex


Cairan penghapus kesalahan ketik ini telah merubah kebiasaan dari sebelumnya yang menggunakan alat penghapus konvensional. Dengan penghapus konvensional kemungkinan kertas bisa robek jika kita terlalu bernafsu menghapus, tapi dengan Tipp-Ex tinggal sret sret, tunggu kering, selesai.

Tipp-Ex diciptakan oleh seorang wanita kelahiran Texas, Amerika Serikat, bernama Bette Nesmith tahun 1951. Kini Tipp-Ex tidak hanya berupa cairan, tapi juga pita.

Video


Sejak munculnya video seluloid (betamax dan VHS) yang kemudian berkembang menjadi VCD/ DVD/ LD, kita jadi makin malas pergi ke bioskop untuk nonton film. Dengan membeli 1 VCD kita bisa nonton rame-rame bersama keluarga dan diputar berulang-ulang sampai bosan menontonnya.

Benda ini membuat banyak gedung bioskop bangkrut, di samping karena adanya monopoli peredaran film di Indonesia waktu itu.

USB Port


Saat ini tak ada komputer yang tidak ada USB (Universal Serial Bus) port-nya. Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play (pasang-dan-mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu mereboot komputer. Ketika USB dipasang, ia langsung dikenal sistem komputer dan memroses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya.

USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk, dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar, kamera digital dan DVD player.

Telepon Seluler


Inilah benda kecil yang membuat kita kelabakan kalau ketinggalan di rumah saat kita bepergian. Apalagi kalau hilang.

Telepon seluler atau kita biasa menyebutnya handphone memang layak disebut sebagai benda paling berpengaruh dalam hidup kita. Bahkan, menurut sebuah survey di Inggris, wanita di sana lebih memilih kehilangan kekasih dari pada telepon seluler!

Sejak akhir 90-an hingga sekarang teknologi telepon selular telah berkembang sangat pesat. Ia tak lagi sekedar alat komunikasi, tapi juga hiburan dan sumber informasi. Dengan semakin banyaknya manfaat yang diperoleh dari sebuah telepon seluler, tak heran jika banyak orang yang tak lagi meminati telepon rumah. Alasan klasiknya, menghindari biaya abonemen yang harus dibayar meski tak digunakan.

Sisi buruknya, alat ini kemungkinan besar turut berperan dalam menunjang perselingkuhan yang makin marak terjadi, di samping Facebook, yang berujung perceraian. (mp2)




Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments