Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Keberhasilan Kencan Anda Tergantung Bagaimana Anda Menggunakan Kata Ganti

Keberhasilan Kencan Anda Tergantung Bagaimana Anda Menggunakan Kata Ganti
Tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan Anda mendapat kekasih pujaan hati (glek glek glek …) membutuhkan tutur kata yang halus tak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kini, riset menemukan bahwa rahasia sukses kencan tergantung cara Anda menggunakan kata ganti (pronouns). 

James Pennbeaker, psikolog dari University of Texas Austin, sudah lama tertarik pada bagaimana bahasa membantu membentuk interaksi kita. Faktanya, ia membantu NPR mengetahui bagaimana cara kita berbahasa berpengaruh pada kencan kita. Pennbeaker merekam dan menganalisa percakapan yang muncul saat kencan kilat, dan menemukan bahwa cara pasangan kekasih menggunakan tutur kata adalah peramal yang baik untuk kelangsungan hubungan mereka. 

Secara khusus ia menemukan bahwa ketika menggunakan kata fungsi, seperti kata ganti, preposisi (kata depan) dan artikel, yang cocok di antara dua orang, mereka cenderung menuju ke tahap berpacaran.. Kepada NPR Pennbeaker menjelaskan: 

“Semakin serupa mereka menggunakan kata-kata fungsi tersebut, makin tinggi kemungkinannya mereka akan segera berkencan. Kata-kata yang lebih keren: Kita bisa melihat … kencan sepasang muda-mudi … (dan) makin serupa (mereka) … menggunakan gaya bahasa yang cocok, makin cenderung (mereka) mereka tetap berpacaran hingga tiga bulan ke depan.” 

Hal ini, tampaknya juga bukan soal menarik minat orang yang diincar. Sebaliknya, saat seseorang menemukan orang yang menarik hatinya, serta merta akan mengubah gaya bahasa mereka. Pasangan yang kuat mungkin lebih banyak menggunakan kata “Aku”, sementara pasangan yang biasa-biasa saja lebih sering mengatakan “kamu”. 

Terlepas dari kata yang mereka gunakan – meskipun Anda melihat bahwa kata ganti kemungkinan punya dampak yang lebih besar – kesamaan dalam gaya pengucapan kita tampaknya bisa meramalkan seberapa baik hubungan kita akan berjalan. 

Sayangnya, jika Anda mengira akan mampu mengubah cara Anda berbicara untuk kencan berikutnya, Anda terlambat. Riset Pennbeaker melihat bahwa perubahan akan sangat kentara, sehingga Anda tidak dapat menyesuaikan gaya bahasa Anda dalam sebuah kencan tanpa terlebih dahulu mengubah watak Anda. Maaf. 

Sumber : Gizmodo
Read More

8 Hal Paling Tabu Diucapkan pada Si Dia

8 Hal  Paling Tabu Diucapkan pada Si Dia
Jatuh cinta itu indah. Saling menghormati dan punya hak penuh atas pasangan kita. Namun seringkali terjadi, mereka membuat kekasihnya tersinggung tanpa tahu apa penyebabnya. Inilah beberapa hal menyangkut harga diri yang tidak ingin mereka dengar.

1 ~ Anak Mama

Kebanyakan pria adalah “anak mama”, tapi jangan sekali-kali Anda sebut itu. Ibu adalah sosok yang melahirkan, menyusui, membesarkan, dan mendidiknya hingga menjadi seperti saat ini. Dialah yang menjadikannya pria yang membuat Anda jatuh cinta. Jadi jangan berharap ia akan melupakan ibunya dan sepenuhnya jadi milik Anda. Jika Anda ingin bunuh diri, lebih baik dengan cara terjun dari pesawat terbang tanpa parasut daripada mengatakannya “anak mama”. Kenapa? Pria biasanya sensitif saat membicarakannya ibunya, sama halnya Anda jika orang tua Anda yang dibicarakan, bukan?

2 ~ Kamu kok botak sih?!

Biasanya pria mengalami kerontokan rambut seiring dengan bertambahnya usia dan belakangan juga dialami kaum muda. Bagaimana perasaan Anda saat si dia memanggil Anda “Hey gendut” sambil memandangi perut Anda? Kebanyakan pria sangat sensitif soal rambut meskipun tampaknya ia tidak peduli. Mereka akan terbangun dengan berkeringat dingin saat bermimpi menjadi botak.

Ia akan sangat tersinggung jika Anda mengatakan kalau kepalanya selicin gelas, atau kepalanya menyilaukan.

3 ~ Kita harus bicara

Ucapan “kita harus bicara” akan membuatnya tegang, karena seolah-olah sedang ada masalah antara Anda dengan si dia. Meski mereka tak bersalah sekalipun, kalimat itu terdengar tidak menyenangkan. Ia merasa lebih baik menyingkir jauh-jauh dari Anda begitu ia mendengar itu.

Bagi pria, kalimat “kita harus bicara” biasanya diartikan sebagai drama menyedihkan dan penuh berurai air mata, karena secara genetis pria tidak dirancang untuk hal seperti itu. Ia merasa seolah-olah Anda terpengaruh oleh majalah wanita yang Anda baca atau penasehat spiritual gadungan yang merecoki Anda dengan masalah yang sebenarnya tidak ada.

4 ~ Teman

Teman kaum pria adalah hal yang tidak disukai wanita. Biasanya mereka mengajak si dia melakukan hal-hal buruk, seperti bermabuk-mabukan misalnya. Teman si dia juga bisa merepotkan. Jika Anda mengatakan padanya kalau Anda tidak menyukai mereka, dia akan marah. Tapi jika Anda katakan kalau Anda menyukai mereka, ia akan cemburu. Repot ‘kan?

Kalau membicarakan teman-temannya sebaiknya Anda berhati-hati, terlebih jika yang dibicarakan itu adalah hal buruk tentang mereka. Bayangkan saja andai ia bersikap begitu terhadap teman-teman Anda.

5 ~ Kamu masih begini-begini saja

“Kamu masih begini-begini saja sih” atau “Kamu kok nggak pernah berubah sih” adalah kalimat yang tak ingin didengar si dia. Salah satu masalah terbesar bagi para wanita adalah selalu menyamaratakan dan membawa-bawa hal yang sudah basi yang tak ada hubungannya dalam perbincangan. Fokus sajalah pada topik-topik hangat dan jangan singgung pribadi atau keyakinannya.

6 ~ Tidak ... lagi

“Kamu sudah tidak cinta aku lagi” adalah ucapan yang bisa menyinggung perasaannya, seperti anak panah beracun yang Anda todongkan padanya untuk memaksa si dia menyetujui permintaan Anda yang tak masuk akal. Ini adalah kalimat yang membuatnya merasa perlu untuk membuktikan kalau Anda benar.

7 ~ Wanita itu cantik ‘kan?

Ini pertanyaan yang si dia bingung menjawabnya. Kalau ia jawab “tidak”, Anda merasa ia tidak sependapat dengan dia, tapi kalau ia jawab “ya”, Anda pikir si dia pria mata keranjang.

8 ~ Mantanku tidak pernah begini

Jangan sekali pun membawa-bawa nama mantan Anda, apalagi membandingkannya dengan si dia. Siapapun dia, pasti berbeda dengan mantan Anda. Jadi buat apa membuatnya berkecil hati dan tersinggung karena merasa dibanding-bandingkan? Hubungan Anda bisa bubar gara-gara ini.

Sumber : healthyandbeloved.com


Read More

Seks Dini Berkorelasi dengan Perceraian

Seks Dini Berkorelasi dengan Perceraian
Koran Jawa Pos hari ini (31/12) menyajikan headline (pada segmen Metropolis) hasil survei Hotline Pendidikan, Hotline Surabaya, dan Isco terhadap gaya berpacaran remaja setingkat SMP di Surabaya. Survei atas 700 responden itu mendapati, bahwa 30% responden berpacaran menjurus ke hubungan intim dan 14% sudah berbuat yang seharusnya hanya boleh dilakukan suami-istri.

Tak terlalu mengejutkan memang, tapi tetap saja membuat para orang tua, khususnya yang punya anak gadis remaja, was-was.

Terkait dengan masalah tersebut, sebuah penelitian mengenai hubungan antara seks remaja dengan tingkat perceraian di Amerika menemukan bahwa wanita yang telah berhubungan seks di usia remaja lebih cenderung untuk bercerai.

Dari hasil analisis Universitas Iowa terungkap, bahwa 31% wanita yang berhubungan seks untuk kali pertama saat remaja bercerai setelah 5 tahun menikah, dan 47% bercerai setelah 10 tahun menikah.

Tingkat perceraian untuk perempuan yang menunda seks sampai dewasa jauh lebih rendah, yaitu 15% pada usia pernikahan 5 tahun, dan 27% pada usia pernikahan 10 tahun.

Anthony Paik, penulis dan profesor sosiologi di UI College of Liberal Arts and Sciences, meneliti tanggapan dari 3.793 wanita yang pernah menikah kepada 2002 National Survey of Family Growth.

"Hasilnya sesuai dengan argumentasi, bahwa ada dampak buruk pada seksualitas remaja, termasuk kemungkinan meningkatnya perceraian," kata Paik.

"Tapi ada juga dukungan untuk pandangan ‘seks yang lebih positif', karena jika remaja menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks hingga dewasa, dan itu yang diinginkan, maka pilihan itu tidak selalu menyebabkan peningkatan risiko perceraian," katanya.

Paik mengatakan, ada beberapa penjelasan yang masuk akal mengenai kaitan antara seks remaja dengan perceraian.

"Salah satu kemungkinannya adalah penjelasan dari segi seleksi, di mana wanita yang melakukan hubungan seks saat remaja cenderung untuk mengalami perceraian. Perilaku yang membuat mereka merasa enjoy melakukan berhubungan seks saat remaja mungkin juga berpengaruh terhadap kelangsungan pernikahan mereka," jelas Paik.

"Kemungkinan lain adalah penjelasan sebab-akibat, di mana pengalaman seksual dini menyebabkan perkembangan perilaku atau keyakinan yang mengakibatkan perceraian," katanya.

Dalam analisis statistik, ia menemukan lebih banyak bukti lagi yang menunjukkan, bahwa pengalaman seksual saat remaja berpengaruh pada pernikahan. Hasil ini terkait dengan unwanted sex yang mendukung dugaannya.

Namun demikian, ia memperingatkan bahwa terlalu dini untuk mengesampingkan penjelasan seleksi.

"Jika seks itu tidak sepenuhnya diinginkan atau terjadi dalam konteks traumatis (perkosaan misalnya), mudah untuk membayangkan bagaimana hal itu bisa berdampak negatif pada pandangan wanita terhadap pergaulan, atau pada kemampuannya bergaul," kata Paik.

"Pengalaman tersebut bisa membuat yang bersangkutan berada pada posisi pergaulan yang kurang stabil," katanya.

Temuan telah dipublikasikan dalam Journal of Marriage and Family edisi April.

Foto : dawnkurtagich.blogspot.com

Bagaimana dengan di Indonesia? Di sini, keperawanan masih menjadi harga mati yang harus dimiliki wanita ketika hendak memasuki jenjang perkawinan, tak peduli seburuk apa pun tabiat calon suaminya di masa lalu. Artinya, tak perlu menunggu 5 atau 10 tahun untuk sampai pada situasi perceraian. Saat menyadari wanita yang dinikahinya sudah tidak perawan lagi, dan sang suami tidak bisa menerima itu, perceraian sudah di ambang pintu. (mp2)

Read More

20 Hal yang Pantang Dilakukan Cowok Pada Cewek

20 Hal yang Pantang Dilakukan Cowok Pada Cewek
Buat kamu-kamu para cowok yang lagi punya pacar, jangan lakukan 20 kebodohan ini atau kamu bakal menjomblo lagi.
  • Mengolok-olok gaya rambut, wajah, tubuh, atau pakaiannya. Kenapa? Pokoknya jangan!
  • Kebanyakan menyindir, baik sekedar bercanda atau atau beneran.
  • Menggoda cewek lain. Itu akan membuatnya marah, dan bisa-bisa kamu diputusin.
  • Selingkuh. Menggoda aja sudah gawat, apalagi kalau kamu sampai selingkuh dan ketahuan.
  • Mengumbar janji. Kalau kamu nggak yakin bisa menepati, mendingan nggak usah janji.
  • Bilang "I love you" saat mereka sedang nggak serius. Kalau gebetanmu jadi gemuk apa kamu masih mau ngomong begitu?
  • Bohong. Cepat atau lambat kamu bakal ketahuan. Apalagi kalau kamu bohong soal cewek lain yang kamu ajak jalan.
  • Menyangkal fakta alias "ngeles". Kalau ia mengkonfrontir kamu, ia akan tahu dan itu akan membuatnya makin marah. Berlakulah jantan kalau kamu emang cowok sejati.
  • Maksa. Ia pasti akan mau kalau ia memang mau.
  • Ngomongin cewek lain. Cewek nggak suka cowok yang suka muji-muji cewek lain, yang seksilah, cantiklah, atau cuma sekedar kamu nilai baik.
  • Ngomongin mantannya.
  • Ngomongin dia di belakangnya. Meski kamu berusaha mati-matian merahasiakannya, ia akan tahu juga.
  • Menggojlok dia di depan teman-temannya. Buat mereka mungkin lucu, tapi enggak buat dia.
  • Nyalahin dia terus, padahal sebenarnya kamu juga salah.
  • Tanya kenapa dia marah. Lebih baik kamu ngalah dan minta maaf. Jangan bilang kalau kamu nggak salah, lho. Kalau dia marah, pasti ada hubungannya dengan kesalahan kamu.
  • Bercanda soal putus. Diputusin beneran "mampus", lu!
  • Menuduhnya overreacting, apalagi kalau dia sedang marah. Kamu akan "dihabisi"nya.
  • Ke pesta sama cewek lain, dia nggak kamu ajak. Seberapa pun dia percaya kalau kamu setia, tetap saja dia khawatir.
  • Cari-cari alasan. Keadaan akan jadi tambah runyam.
  • Ngajak ngobrol dia saat kamu lagi marah. Ini pun akan bikin keadaan makin runyam dan kamu bakal menyesal.

Sumber : lulztruhttp://www.lulztruck.com/310/20-things-guys-should-never-do-to-girls/ck.com

Read More

Comments