Mengapa Ban Berwarna Hitam?

Tahukah sobat kalau dulunya ban karet berwarna putih, sesuai dengan warna alami karet? Hal ini tak sesuai dengan yang kita bayangkan selama ini yang menganggap kalau sejak dulu ban ditakdirkan berwarna hitam, seperti gigi yang dari sononya berwarna putih (atau kuning kalau malas gosok gigi).

Pada awal tahun 1990-an Binney & Smith (yang kemudian berubah haluan menjadi penjual produk-produk untuk sekolah dan mengganti nama perusahaan mereka menjadi Crayola Crayons) mulai menjual bahan kimia karbon hitam ke produsen ban Goodrich Tire Company setelah menemukan, bahwa penggunaan karbon hitam pada pabrik karet secara signifikan meningkatkan kualitas karet yang dijadikan bahan baku pembuatan ban.

Secara spesifik, karbon hitam bermanfaat dalam memperkuat karet, sehingga meningkatkan daya tahan dan kekuatan karet. Menambahkan sekitar 50% karbon hitam akan melindungi ban dari keausan saat pemakaian di jalan hingga 100 kali lipat dan meningkatkan kekuatan tarik ban sebesar 1.008% (Kekuatan tarik adalah jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencengkeram pada titik pengereman atau titik letusan).

Menambahkan karbon hitam juga akan membantu menyalurkan panas dari titik panas tertentu pada ban, seperti pada area telapak dan sabuk ban, yang akan menjadi panas saat kendaraan dijalankan. Hal ini akan mengurangi kerusakan akibat panas pada ban, sehingga ban akan lebih awet.

Dari sisi penampilan, ban berwarna hitam jauh lebih mudah dibersihkan, sehigga lebih disukai daripada ban berwarna putih.

Sumber: TIFO


Related Posts
Previous
« Prev Post

Comments