Showing posts with label Selingkuh. Show all posts
Showing posts with label Selingkuh. Show all posts

Wanita Lebih Serius Dalam Menjalani Perselingkuhan

Wanita Lebih Serius Dalam Menjalani Perselingkuhan
Sebuah penelitian di Inggris membahas mengenai perselingkuhan pada wanita dan diyakini hubungan perselingkuhan pada wanita sebenarnya lebih beresiko. Mengapa?

Hal ini dikarenakan adanya keterikatan emosi saat bersama selingkuhannya. Dengan kata lain, sekalipun di satu sisi seorang wanita belum meninggalkan pasangannya, namun ia sudah memberikan 'separuh hati'-nya pada pria lain. Dan bahayanya, hal itu ia lakukan dengan serius.

Hal ini dipicu oleh ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan yang dimiliki wanita, sehingga membuat dirinya mencari pemenuhan kebutuhan emosional di tempat lain. Hal ini seperti diungkapkan Helen Fisher yang menulis buku 'Why We Love' bahwa 66% wanita berselingkuh karena tak bahagia dengan hubungan pernikahannya. Entah hal itu sebagai pelampiasan atau tidak, namun kebanyakan wanita yang langgeng dengan selingkuhannya mengindikasikan bahwa hubungan tersebut ia lakukan dengan serius.

Hal tersebut karena wanita tak akan melanjutkan hubungan yang dianggapnya penuh dengan resiko. Dengan kata lain, sebelum berselingkuh umumnya seorang wanita akan mempertimbangkan hubungannya dengan seseorang yang menjadi selingkuhannya.

Kebanyakan wanita bisa berselingkuh hanya dengan satu orang dibandingkan pria yang bisa berselingkuh lebih banyak dengan wanita yang berbeda. Bagaimanapun, perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang wanita dianggap lebih beresiko secara emosional bagi mereka sendiri.

Well, apapun itu, perselingkuhan menjadi hal yang menyakitkan. Sebelum Anda terjerat pada perselingkuhan yang menyesatkan, lebih baik Anda menenangkan diri dan mencoba membina hubungan dengan baik bersama pasangan Anda yang sesungguhnya.

Sumber : Vemale.com | Foto : Examiner.com

Read More

Waspada Terjebak Jaring Perselingkuhan di Jejaring Sosial

Waspada Terjebak Jaring Perselingkuhan di Jejaring Sosial
Jejaring sosial apapun yang Anda gunakan, ada baiknya untuk digunakan dengan lebih bijaksana. Sebuah survei di Amerika mengungkap bahwa jejaring sosial berhubungan erat dengan perselingkuhan masa kini. Survei yang dilakukan pada 1.377 pria dan 1.540 wanita ini menunjukkan hasil yang mengejutkan.

70% responden mengatakan bahwa jejaring sosial Facebook mereka gunakan untuk menggoda orang lain. sementara 59% pengguna Facebook yang mayoritas wanita mengatakan bahwa mereka kerap cemburu melihat interaksi pasangannya dengan lawan jenis. 

Dengan kata lain, jejaring sosial dapat mengantarkan seseorang pada dua hal, kecemburuan dan perselingkuhan.

Bahkan fakta lainnya menunjukkan kemungkinan seseorang untuk menghubungi mantan kekasih mereka. 

32% wanita mengakui bahwa mereka seringkali mencoba mengontak mantan mereka ketika sebagian di antaranya sudah berhubungan dengan orang lain. 

Begitu pula dengan pria. 1 dari 5 pria yang mengikuti survei sudah memiliki pasangan ketika mereka mencoba menghubungi mantannya kembali. Pada kondisi seperti inilah perselingkuhan rentan terjadi.

Jejaring sosial memang memudahkan kita dalam melakukan komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang sulit kita jangkau sekalipun kita mengenal mereka. Namun bila tidak digunakan dengan bijaksana, jejaring sosial apapun yang Anda gunakan, entah itu Facebook, Twitter dan sebagainya, bisa menjadi jerat bagi Anda.

 Bisa jadi Anda kecanduan jejaring sosial atau bahkan kecanduan berhubungan dengan orang lain yang sebenarnya tak perlu ada dalam hidup Anda.

Sumber : Vemale.com

Read More

11 Mitos dan Fakta Tentang Perselingkuhan

11 Mitos dan Fakta Tentang Perselingkuhan
Tidak semua, tapi banyak orang berselingkuh. Berdasarkan laporan perilaku seksual tahun 2006 oleh National Opinion Research Center, hampir seperempat suami (25%) dan 13% istri melakukan perselingkuhan. Namun di balik itu terungkap lebih dari sekedar ketidaksetiaan.

Hormon berpengaruh pada ketidaksetiaan

Ya. Menurut studi yang dilakukan psikolog di The University of Texas di Austin, wanita dengan tingkat hormon oestradiol seks tinggi cenderung untuk berzina. Wanita dengan kadar oestradial tinggi, hormon ovarian yang terkait dengan kesuburan, merasa lebih menarik dan cenderung suka flirt, ciuman dan berhubungan gelap serius dengan selingkuhannya. Selain itu, tingkat oestradial tidak terkait dengan kepuasan wanita dengan pasangan resminya. Para peneliti menyatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan, wanita subur tidak mudah puas dengan hubungan jangka panjang dengan pasangannya dan termotivasi untuk mencari selingan dengan pria lain. Meski begitu, mereke cenderung lebih monogamis daripada terlibat dalam seks sesaat.

Selingkuh melulu soal seks

Tidak juga, kata Scott Haltzman, MD, seorang profesor klinis di Brown University dan penulis buku The Secrets of Happy Married Men. Selingkuh dapat terjadi pada tingkat emosional tanpa adanya kontak seksual. Persahabatan dapat berkembang menjadi perselingkuhan emosional saat ada keintiman emosional, tekanan seksual dan tetap terjaga kerahasiaannya, kata Haltzman.

Orang berselingkuh karena jatuh cinta

“Sejumlah perselingkuhan bermula karena seseorang merasa pasangannya tidak lagi mencintainya,” kata Dr. Haltzman. “Mungkin mereka tak bahagia saat itu, tapi bukan berarti tak ada cinta.” Alasan berselingkuh lebih sering karena ada masalah lain dalam rumah tangga, misalnya suami butuh dorongan ego dari wanita yang bukan istrinya, atau istri mencari perhatian yang lebih daripada yang ia dapat dari suaminya.

Orang berselingkuh hanya dengan orang lain yang lebih seksi dan muda

Jika Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles dijadikan tolok ukur, ketidaksetiaan tidak selalu karena ada orang ketiga yang lebih seksi atau muda. Seringkali perselingkuhan berakar dari kehambaran dalam rumah tangga, kata Matt Titus, pakar relationship dan penulis buku Why Hasn't He Called? “Anda berselingkuh karena mencari sesuatu yang tidak dimiliki oleh pasangan Anda.” Sebagai contoh, banyak pelaku selingkuh yang dibutakan oleh kepintaran atau kekayaan.

Sekali peselingkuh, selamanya peselingkuh

“Saat Anda belajar dari kesalahan, Anda melihat dampak dari perbuatan Anda,” kata Titus. Titus mencontohkan kasus, seorang mantan pezina dari pernikahan pertama (yang berakhir dengan perceraian) mengatakan, ia merasakan konsekuensi dari ketidaksetiaannya dan secara emosional menyadari kesalahannya. Ia sudah menikah lagi sekarang. “Saya mendapat kesempatan kedua. Saya janji tidak akan mengkhianati istri saya. Jadi, seorang peselingkuh akan selalu berselingkuh tidaklah benar,” kata pria tersebut.

Rumah tangga bubar jika terjadi perselingkuhan

“Perselingkuhan tidak selalu berakhir dengan perceraian,” kata Dr. Haltzman. “Justru bisa dijadikan sebagai hikmah.” Jika dilihat sisi baiknya, perselingkuhan dapat dijadikan batu loncatan untuk membuka dialog melalui sesi konseling guna membicarakan masalah-masalah yang selama ini terpendam di rumah tangga. “Perkawinan pasti akan dapat bertahan meski terjadi perselingkuhan.”

Satu kali selingkuh tidak berbeda dengan affair

“Beda,” kata Rhonda Fine, Ph.D, seksolog klinis dan diplomat dari The American Academy of Clinical Sexologists. “Satu kali selingkuh tetap saja melanggar ikatan kepercayaan dalam rumah tangga, sedangkan affair lebih dalam melibatkan sisi emosional dibandingkan dengan satu kali selingkuh.” Pada kedua kasus ini Anda tidak menghargai pasangan Anda dan janji suci perkawinan, tapi affair yang berlangsung dalam jangka panjang bisa menjadi lebih buruk, karena seringkali melibatkan keintiman emosional.

Wanita tidak berselingkuh

Oh, mereka berselingkuh, Dr. Fine mengoreksi. “Wanita yang bekerja dan sering melakukan perjalanan bisnis akan lebih berpeluang menghadapi situasi yang membuat mereka rentan berselingkuh.” Plus, Dr. Fine menambahkan, wanita lebih mudah terikat dibanding pria. “Saat bekerja berdekatan dengan pria, mereka merasa lebih melibatkan pribadi secara emosional dalam hubungan tersebut.”

Pria berselingkuh karena tidak puas dengan yang didapat di rumah

Ada beragam alasan kenapa orang berselingkuh, dan tidak selalu karena seks, kata Dr. Fine. “Orang berselingkuh karena mereka egois, kekanak-kanakan atau narsis. Atau bisa juga karena mereka pecandu kesenangan dan peminat drama. Mereka mengedepankan kebutuhannya sendiri di atas yang lain dan jarang merasa bersalah kenapa mereka mulai berselingkuh.”

Krisis paruhbaya = selingkuh

Hal-hal klise, seperti rambut beruban dan mobil mewah, adalah yang paling banyak mendasari kenyataan sehari-hari. Tapi krisis paruhbaya lebih dari itu. Dalam sebuah polling online yang dilakukan Wisconsin Public Radio, lebih dari separo responden mengatakan bawa krisis paruhbaya adalah “sangat nyata, pengalaman yang membuat depresi dan menyakitkan.” Ada pria yang mencapai usia paruh baya melakukan perselingkuhan, ada juga yang kecanduan minum atau mengalami depresi klinis. Itulah saatnya untuk melakukan konseling.

Peselingkuh tak ingin ketahuan

Justru sebaliknya, kata Dr. Haltzman. “Orang mungkin sengaja mengatur agar pasangannya mengetahui. Misalnya dalam bentuk lipstik yang dibiarkan membekas di kerah baju atau email yang sengaja terbuka di komputer keluarga. Seringkali, “Itu menjadi semacam teriakan minta tolong. Ada peselingkuh yang sengaja melakukan itu karena ingin tobat tapi tak tahu caranya.”

Sumber : yourtango.com

Read More

1 Dari 9 Orang Mengirim SMS Cabul ke Pasangannya

1 Dari 9 Orang Mengirim SMS Cabul ke Pasangannya
Menurut sebuah studi, satu dari sembilan warga Inggris mengirim SMS cabul ke pasangannya setiap hari. 

Survei menemukan, hampir separo orang dewasa, atau 47%, mengirim SMS cabul ke separo lainnya, tapi satu dari 10 orang salah mengirim pesan tersebut ke teman atau anggota keluarganya. 

Dan satu dari tujuh orang yang berhubungan ((14%) menghapus ‘sext’ (SMS cabul) dari ponselnya agar tidak ketahuan. 

Jajak pendapat terhadap 2.000 orang dewasa yang dilakukan oleh pakar ponsel Recombu.com juga menemukan hampir 1 dari 5 pengguna ponsel mempertaruhkan hubungannya dengan diam-diam mengirim SMS cabul ke orang lain selain pasangannya. 

Dan 12% dari mereka memberikan nomor ponsel ke orang yang mereka goda, meskipun ia sudah punya pasangan. 

Namun, 10% dari pria peselingkuh tertangkap basah mengirim ‘sext’ ke pasangannya, padahal sebenarnya hendak dikirimkan ke orang lain. 

Dan, meskipun 19% pria menganggap telepon video romatis kehidupan cinta mereka akan lebih menyenangkan, foto-foto dan video mesra selebriti yang muncul di media membuat 14% warga Inggris takut melakukannya. 

Hannah Bouckley, editor pada Recombu.com, mengatakan “Riset kami mengungkap bahwa ‘sexting’ dan telepon video romantis secara jelas menjadi hal yang biasa di masyarakat saat ini sebagaimana orang makin percaya diri dengan smartphone mereka dan menggunakan SMS untuk menjalin hubungan”. 

“Bagi mereka gemar ‘sexting’, pastikan ponsel Anda dan pasangan Anda aman”. 

Riset dilakukan setelah muncul laporan dari seorang wanita muda yang shock menemukan foto bugilnya yang telah dihapus dari iPhonenya yang rusak di-recover oleh seorang tukang reparasi iPhone dan memajangnya di sebuah toko ponsel di Provisi Zhejiang, China. 

Dan pada 2010, riset untuk www.OnePoll.com menemukan sekitar 2 juta istri dan pacar menangkap basah pasangan mereka melakukan ‘sexting’ dengan wanita lain. 

Riset terhadap 3.000 wanita berusia antara 18 sampai 45 tahun menemukan, bahwa 6 dari 10 wanita memeriksa secara rutin ponsel dan kegiatan berjejaring sosial pasangan mereka. 

Tapi 1 dari 20 menangkap basah pacar atau suami mereka mengirim SMS atau gambar saru di situs semacam Facebook. 

Dan 1 dari 6 wanita tersebut menjebak pasangan mereka dengan mengirim pesan atau SMS dari akun online atau nomor ponsel abal-abal untuk mengetahui ‘kadar kebejatan’ pasangan mereka. 

Sumber : Daily Mail
Read More

Bagaimana Mencegah Perselingkuhan?

Bagaimana Mencegah Perselingkuhan?
Kejujuran Adalah Kuncinya.
Sudah banyak riset dilakukan untuk mempelajari kasus-kasus perselingkuhan yang kian marak. Jika studi yang dilakukan dalam bentuk kuesioner, pria cenderung membual soal perselingkuhan yang mungkin mereka lakukan, berbeda dengan wanita yang bertindak sebaliknya: menutup-nutupi dan lebih suka berbohong atas perselingkuhan mereka.

"98% orang membayangkan berhubungan dengan orang lain selain pasangannya sendiri"

Antropolog sosial Helen Fisher mengatakan ada satu alasan yang menyebabkan begitu – pada umumnya wanita lebih menderita ketimbang pria untuk bangkit dari keterpurukan akibat perselingkuhannya. Wanita bisa kehilangan hak asuh anak-anak mereka, dukungan keuangan dan bahkan beresiko mengalami kekerasan sebagai akibat perbuatannya.

Hampir separo dari mereka yang berumah tangga berselingkuh dengan beberapa tujuan. Dan yang mengejutkan, 98% orang membayangkan berhubungan dengan orang lain selain pasangannya sendiri. Dengan kehadiran jejaring sosial semacam Facebook akan semakin memudahkan pengkhayalan itu, baik secara oniline maupun kopi darat.

Yang menarik, orang jarang meninggalkan pasangannya demi selingkuhannya. Namun bagi mereka yang kemudian menikahi selingkuhannya, angka perceraiannya sangat tinggi, yaitu lebih dari 75%. Ini mungkin karena sulit untuk mempercayai orang yang menyelingkuhi pasangannya, meskipun itu dengan Anda.

"80% perselingkuhan terjadi karena ada kesempatan"

Jadi, jika berpindah ke lain hati dan bodi tidak selalu berjalan mulus, kenapa orang masih saja melakukannya? Bisakah perselingkuhan dicegah?

Berlawanan dengan pendapat umum yang beredar, perselingkuhan tidak selalu terjadi pada rumah tangga yang tidak bahagia. Steve Stosny, terapis dan penulis buku, mengatakan bahwa 80% perselingkuhan terjadi karena adanya kesempatan.

Jika ini benar, maka tak masalah seberapa sering Anda berhubungan intim dengan pasangan Anda atau seberapa baik Anda bersikap pada pasangan Anda, rumah tangga Anda tetap saja beresiko diguncang perselingkuhan. Memutus hubungan dengan teman berlainan jenis kelamin tidak akan efektif, baik di kehidupan nyata maupun di internet.

Dan perselingkuhan tidak melulu terjadi pada orang yang bermoral bejat. Pada 2004, 82% responden dari sebuah survei mengatakan bahwa perselingkuhan pasti salah. Namun sebuah studi menunjukkan bahwa lebih dari satu setengah wanita menikah mempunyai setidaknya satu kekasih gelap setelah mereka menikah di bawah usia 40 tahun. Jadi jelas, bahwa selalu ada orang berjenis peselingkuh, walaupun mereka sendiri merasa tidak berselingkuh.

Mencegah perselingkuhan mungkin semudah – dan ini tampak jelas – selalu bicara jujur. Peggy Vaughn, penulis buku Myth of Monogamy, mengatakan bahwa untuk menghindari perselingkuhan, hal pertama yang harus diterima adalah bahwa alami dan normal jika Anda atau pasangan Anda tertarik kepada orang lain. Dan jika Anda mendapati diri Anda berfantasi dengan orang lain selain pasangan Anda, sebaiknya Anda katakan pada pasangan Anda. Itu artinya Anda jujur tentang perasaan Anda, tanpa mengungkapkan hal-hal detail yang dapat melukai hati pasangan Anda, tetapi terbuka dan jujur tentang keprihatinan Anda sebelum berkembang lebih jauh.

Katakan padanya apresiasi pada perkawinan Anda dengannya dan apa yang Anda harapkan. Lakukan percakapan terbuka dan rutin untuk berbagi perasaan.

Jika Anda seperti orang pada umumnya, mungkin Anda merasa gagasan tersebut menakutkan. Namun lebih mudah berkata jujur kepada pasangan Anda jika Anda setuju kalau itu adalah aturan dalam rumah tangga Anda. Komunikasi tentang perbuatan atau perasaan yang jujur tentang orang lain seharusnya dianggap normal dan bukan merupakan ancaman, kecuali jika dipendam saja di dalam hati. Jika fantasi dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi masalah yang lebih besar dan kemungkinan akan menimbulkan perilaku curang. Inilah yang akan memicu perselingkuhan, kata Vaughn.

Jika suatu saat Anda bertemu seseorang yang membuat Anda tertarik, pastikan bahwa Anda menyampaikannya secara terbuka kepada pasangan Anda. Periksalah secara rutin tentang bagaimana Anda membina hubungan dengan pasangan Anda. Jadikan itu sebagai prioritas dan nikmati kebersamaan dengan pasangan Anda baik-baik.

Mungkin Anda akan mendapati bahwa Anda adalah orang paling beruntung bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan pasangan Anda. (Tammy Nelson*)

*Tammy Nelson, Ph.D. adalah pakar seks dan relationship yang juga penulis buku Getting the Sex You Want; Shed Your Inhibitions and Reach New Heights of Passion Together, menyusul bukunya The New Monogamy; Erotic Recovery After Infidelity.

Sumber : thirdage.com

Read More

Facebook Berperan Besar Melunturkan Kesetiaan

Facebook Berperan Besar Melunturkan Kesetiaan
Kenapa orang berselingkuh? Berbagai penelitian telah dilakukan, tapi riset menunjukkan 25%-60% pria dan lebih dari 45% wanita bakal berselingkuh saat rumah tangganya bermasalah. Perselingkuhan berdampak 1 dari 3 pasangan berpisah.

Amerika yang terkenal sangat liberal pun, termasuk soal seks, ternyata masih menjunjung tinggi moral mereka. Riset tahun 1973 menunjukkan bahwa 70% orang Amerika mengatakan kalau selingkuh itu salah. Pada 2004 angkanya meningkat menjadi 82%. Tahun 2006 mereka mengatakan kalau perzinahan lebih buruk daripada poligami dan cloning manusia.

Meski demikian, jumlah wanita yang mengaku berselingkuh makin meningkat. Sebuah studi menyatakan bahwa lebih dari satu setengah wanita menikah mempunyai setidaknya kekasih gelap setelah mereka menikah di bawah usia 40 tahun.

Dewasa ini wanita punya kesempatan yang sama dengan pria dalam mencari pasangan ataupun berselingkuh. Makin banyak wanita yang bekerja, berkendara dan membawa ponsel. Dengan adanya internet dan peralatan elektronika portable seperti laptop dan ponsel membuat hubungan di dunia maya makin mudah, sehingga berpeluang terjadinya keintiman online.

Alasan lain yang jadi pemicu tingginya tingkat ketidaksetiaan adalah menjamurnya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Jejaring sosial tersebut menyediakan sarana untuk berselingkuh yang sebelumnya tidak ada. Orang jadi mudah bertemu secara online dan membangun hubungan yang lebih jauh, bahkan hingga berlanjut ke arah seksual.

American Academy of Matrimonial Lawyers (AAML) mengatakan Facebook adalah yang paling bertanggung jawab atas 1 dari 5 perceraian yang terjadi di Amerika saat ini. Pengacara perceraian juga menyatakan bahwa terjadi peningkatan 80% yang menggunakan Facebook sebagai bukti di pengadilan selama lebih dari 5 tahun ini. Facebook digunakan di 66% kasus pengadilan sebagai alasan utama untuk bukti perceraian.

Pornografi di internet kemungkinan juga berperan pada tingginya tingkat perselingkuhan. Situs porno mudah diakses dan pengaksesnya tak perlu khawatir identitasnya diketahui. Tammy Nelson, PhD., seorang pakar seks dan relationship menuturkan, ada sepasang suami istri datang ke kantornya untuk berkonsultasi. Mereka menuding pornografi adalah biang masalah di rumah tangga mereka.

Sang istri menjelaskan, “Suamiku ingin berhubungan seks seperti wanita dalam adegan di film porno. Kukatakan padanya kalau tidak semua wanita mau seperti itu.”

Sang suami tak sependapat. “Semua wanita suka kok,” katanya.

Istri tanya, “Wanita mana yang kau maksud?”

Suami menjawab, “Selama ini aku melihat semua wanita begitu. Sepertinya mereka menikmatinya. Kurasa ada yang tak beres denganmu kalau kau tak mau mencobanya. Itu normal kok.”

Bagi sejumlah pasangan, tontonan porno bisa membuka wawasan dan kesempatan untuk mengembangkan kehidupan seksual mereka, tapi di lain pihak, banyak orang yang butuh terapi mengeluh tentang situs porno yang diakses pasangan mereka. Dan bagi sebagian lainnya, pornografi bisa menjadi gerbang untuk menirunya dengan orang lain selain pasangan sahnya. (thirdage.com)

Bicara soal Facebook sebagai penyebab perselingkuhan rasanya tidak berlebihan. Setidaknya ada 3 orang yang saya kenal melakukan itu, 1 di antaranya berujung perceraian. Yang mengherankan, pasangan yang bercerai tersebut usianya bisa dikatakan sudah tidak muda lagi. Sang pria, yang kebetulan pernah bekerja di satu perusahaan yang sama dengan saya, usianya sekitar 55 tahun dan istrinya hampir 50 tahun. Sang istri berselingkuh dengan mantan pacarnya yang berawal dari Facebook! (mp2)

Foto : midgetspar.com

Read More

Comments