Showing posts with label Musik. Show all posts
Showing posts with label Musik. Show all posts

Katy Perry Mentul-mentul di Sentul

Katy Perry Mentul-mentul di Sentul
Meski perkawinannya dengan Russell Brand yang terjalin sejak Oktober 2010 lalu kandas, toh Katy Perry tetap menunjukkan profesionalismenya di hadapan ribuan fansnya di Jakarta.

Artis penyanyi yang terlahir dengan nama Katheryn Elizabeth Hudson pada 25 Oktober 1984 itu memukau penonton dengan aksi panggung dalam konser bertajuk The California Dream Tour 2012 yang digelar di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, kemarin (19/01).

Berikut ini beberapa foto konsernya yang dilansir dailymail.co.uk :


Read More

Lagu Campursari: Bokong Sapi

Lagu Campursari: Bokong Sapi
Satu lagi lagu campursari yang liriknya membuat saya tersenyum geli sendiri. Judulnya Bokong Sapi (Pantat Sapi). Lagu campursari ini lumayan populer, salah satunya dinyanyikan oleh Brodin yang berduet dengan Vivi Rosalita.

Ceritanya, sepasang suami istri sedang berselisih paham karena sang istri merasa cemburu pada sang suami, yang mungkin disebabkan oleh foto yang disimpan suami dan kebetulan ia ketemukan.


Berikut ini liriknya :

Pak’e thole yen ngene iki carane
Ora tahan opo penak’e pegatan
Mbok bandingke aku karo wadon seje
Opo aku iki sih kurang ayune

     Soal ayu uwis ra ono tandingan
     Masalahe takonmu sing koyok setan
     Saben dino tansah cemburu sujanan
     Nuduh ngono ngene tanpa kasunyatan

Kae sopo fotone mung ketok irunge
Opo irungku kurang apik modele
     Kae ayu dasar dhenok moblong-moblong
     Mung asline kae ngono sundel bolong

Iki sopo foto mung ketok bokonge
Opo bokongku iki sih kurang gedhe
    Yen kowe cemburu karo bokong ini
    Pancen mulus asline mung bokong sapi

Terjemahan bahasa Indonesia :

Bapaknya anak-anak, kalau seperti ini caranya
Tidak tahan, apa sebaiknya cerai saja
Kamu bandingkan aku dengan wanita lain
Apa aku ini masih kurang cantik

Soal cantik memang tiada tandingan
Masalahnya pertanyaanmu yang membabi buta
Setiap hari selalu cemburu dan berprasangka
Menuduh macam-macam tanpa ada bukti

Itu foto siapa yang cuma terlihat hidungnya
Apa hidungku kurang bagus bentuknya
Dia memang cantik seksi bahenol
Tapi itu sebenarnya sundel bolong

Ini foto siapa yang terlihat pantatnya
Apa pantatku masih kurang besar
Kalau kamu cemburu sama pantat ini
Memang mulus tapi sebenarnya itu pantat sapi (mp2)
Read More

Lagu Campursari: Mati Urip Karo Kowe

Lagu Campursari: Mati Urip Karo Kowe
Ini lirik lagu campursari yang tak kalah jenaka. Judulnya Mati Urip Karo Kowe (Mati Hidup Bersamamu). Apalagi dilantunkan secara duet oleh alm. Basuki dan Nunung, komedian jebolan Srimulat.

Seperti kita ketahui, Basuki meninggal tanggal 12 Desember 2007 akibat serangan jantung saat bermain futsal dengan teman-temannya, sedangkan Nunung hingga kini masih aktif melawak (dan sesekali menyanyi) bersama Sule, Parto, Andre dan lain-lain dalam acara TV Opera van Java di Trans 7.

Berikut ini lagunya :



Simak liriknya :

Kene kene kene lungguh kene (Sini sini, sini duduk sini)
Omong-omong dikepenakke (Omong-omong santai)

E e … e e … oke oke wae (E e … e e … oke oke saja)
Pancen perlu kanggone aku kowe (Memang aku ada untuk dirimu)

Mumpung lego aku arep takon mas (Mumpung ada waktu, aku mau tanya, mas)
Yen toh pancen kowe tresno aku (Kalau memang kamu cinta aku)

Ben kowe soyo leh percoyo (Biar kamu makin percaya)
Tak wangsuli cobo takonono (Aku akan menjawab, silakan tanya)

Yen leh mangan lawuhku lawuh tempe (Kalau aku makan dengan lauk tempe)
Wis mesthine aku yo lawuh tempe (Sudah semestinya aku juga lauk tempe)

Yen ben isuk ben sehat aku dhedhe (Kalau setiap pagi biar sehat aku berjemur)
Kwajibanku aku ngancani dhedhe (Kewajibanku untuk menemani berjemur)

Yen dong bokek sithik wae ora ono dhuwit (Kalau lagi bokek tak punya uang sama sekali)
Cepet-cepet nonggo tak utangke (Cepat-cepat ke tetangga aku carikan hutang)

Kepenak ra kepenak darling (Enak tidak enak, darling)
Mati urip barengan selawase (Hidup mati bersama selamanya)

Dialog :
  • Mas, piye to kok diutangke (Mas, bagaimana sih kok dicarikan hutang)
  • Lha wong aku durung nyambut gawe lho dik (Habis aku belum kerja lho, dik)

Yen dong bareng lungan karo aku (Kalau sedang bepergian denganku)
Ruh wong ayu kowe njur kepiye (Melihat wanita cantik apa reaksimu)

Ra orane aku kepincut dek’e (Tidak mungkin aku terpikat padanya)
Paling-paling mung nglirik sithik wae (Paling banter cuma melirik sedikit saja)

Sirah mumet mergo masuk angin (Kepala pusing karena masuk angin)
Opo kowe saguh ngeroki (Apa kamu mau mengeroki)

Dialog :
  • Yo sanggup to … (Ya sanggup dong)

Tak gosok tak pijeti terus (Aku gosok, aku pijat-pijat terus)
Lha pokoke nganti kowe mari (Yang penting kamu sembuh)

Yen njur mlaku ora njarag kesandhung watu (Kalau lagi jalan aku tersandung batu)
Tak tambani watune tak gebugi (Kuobati, batunya aku gebuki)

Yen no ndalan ono pria nggodha aku (Kalau di jalan ada laki-laki menggodaku)
Yen wonge cilik tak tantang tak penthelengi (Kalau orangnya kecil kutantang, kupelototi)

Yen kliyengan dumadakan njur semaput (Kalau tiba-tiba aku limbung lalu pingsan)
Yo mesthine aku melu … (Ya semestinya aku ikut …)

Dialog :
  • Lho lha kowe lek semaput nang dalan yo tak tinggal (Lho kalau kamu pingsan di jalan ya kutinggal)
  • Mas, kok ditinggal to? Ra tresno (Mas, kok ditinggal sih? Nggak cinta)
  • Yo tresno. Ning semaputmu ojo nang dalan. Ngisin-isini (Ya cinta, tapi kalau pingsan jangan di jalan. Memalukan)
  • Yo wis tak semaput ning omah (Ya sudah aku pingsan di rumah)
  • Lha ngono dadi iso semaput bareng (Nah begitu, jadi bisa pingsan bersama-sama)

Opo tenan mati urip karo aku (Apa betul mati hidup bersamaku)
Wani sumpah seksine langit bumi (Berani sumpah disaksikan langit bumi)
Sing pungkasan rungokno tak takoni (Yang terakhir, dengarkan, aku mau tanya)
Bukti tresno aku kudu nglegani (Bukti cinta, aku harus membuatmu senang)
Yen wis nasib awakku ndhisiki mati (Kalau sudah nasib aku mendahului mati)
Opo kowe yo saguh ngancani (Apa kamu mau menemani)
Pitakon ojo aneh-aneh (Kalau tanya jangan aneh-aneh)
Marakke bingung piye leh ku mangsuli (Aku jadi bingung bagaimana menjawabnya)

Dialog :
  • Mas
  • Opo (apa)
  • Iki lho (Ini lho)
  • Halah pengen kuwi mesthi (Halah, kepengen itu pasti)
  • Ora (Nggak)
  • Lha ngopo (Lha kenapa)
  • Awakku (Badanku)
  • Diapakke maneh, lha wong wis lemu koyo ngono lho (Mau diapakan lagi, sudah gemuk begitu)

Dialog :
  • Mas
  • Piye dik (Bagaimana dik)
  • Takon yo (Tanya ya)
  • Yo, tak wangsuli (Ya, aku jawab)
  • Yen umpamane aku kembang (Seandainya aku bunga)
  • Yo aku dadi tawone to (Ya aku jadi lebahnya dong)
  • Lha terus piye (Lha memangnya kenapa)
  • Lha perlune kan aku iso ngentup terus (Biar aku bisa menyengat terus)
  • He he … ojo guyon to ah (He he … jangan bercanda dong)
  • Isin aku dirungkokke wong okeh lho (Malu aku didengarkan orang banyak lho) (mp2)

Read More

Lagu Campursari: Pentil Kecakot

Lagu Campursari: Pentil Kecakot
Cak Diqin.
Cukup banyak lagu campur sari berlirik jenaka dan dari judulnya berkonotasi “ngeres” padahal ternyata tidak demikian. Salah satunya adalah “Pentil Kecakot” ini. Dalam bahasa Indonesia, pentil kecakot artinya puting payudara tergigit.

Terminologi Pentil Kecakot yang merupakan singkatan dari Penjaga Tilpun (telepon) Kecamatan Kota bukanlah hal baru, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Saat masih SMA saya sudah akrab dengan istilah ini, seperti halnya "Bupati" (buka paha tinggi-tinggi).

Dalam lagu yang dipopulerkan oleh Muhamad Sodiqin (Cak Diqin) ini digambarkan sepasang kekasih berdialog tentang kelangsungan hubungan mereka, dan sang wanita menanyakan pekerjaan pujaan hatinya. Berikut ini liriknya :

Aku takon ojo serik ati (aku tanya, jangan sakit hati)
Gek takono aku kang mangsuli (tanya sajalah, aku akan menjawab)
Opo ndiko tresno aku iki (apa kamu cinta aku)
Wani sumpah wis arep tak rabi (berani sumpah sudah mau kunikahi)

Takon maneh ndiko ojo gelo (tanya lagi, kamu jangan kecil hati/ kecewa)
Tak jawabe arep takon opo (biar kujawab, mau tanya apa)
Wani ngrabi gaweyanmu opo (berani menikahi, pekerjaanmu apa)
Pentil kecakot gaweyan wis cetho (pentil kecakot, pekerjaan sudah jelas)

Maksud loh 2x (maksudmu)
Tak jelaske (kujelaskan)

Kan kujawab bagaimana dinda 
Gaweyan saru mbok jangan sembrono (pekerjaan porno, jangan ceroboh/ asal ngomong)
Pentil kecakot apa artinya (pentil kecakot apa artinya)
Penjaga tilpun (telepon) kecamatan kota

Yen mangkono ayo kapan kawin (kalau begitu kapan kita menikah)
Sesuk isuk mangkat ning pak modin (besok pagi kita ke penghulu)
Pentil kecakot opo wis trimo (pentil kecakot apa sudah dimengerti)
Aku trimo ojo gawe lara (aku mengerti, jangan menyakiti) (mp2)



Read More

Lagu Campursari: Rani

Lagu Campursari: Rani

Tak cuma film, lagu campursari pun juga punya sekuel. Adalah Dhalang Poer yang menyanyikan lagu Rani yang merupakan episode lanjut dari Kreteg Gunengan.

Jika dalam Kreteg Gunengan, sang pria patah hati karena Rani, sang kekasih, menikah dengan pria lain, maka dalam Rani, dikisahkan sekian tahun kemudian, rumah tangga Rani putus di tengah jalan. Ia kemudian mengirim surat kepada mantan kekasihnya, apakah masih ada cinta dihatinya dan apakah ia masih mau menerima dirinya.

Namun rasa pedih yang pernah digoreskan Rani membuatnya ragu untuk kembali menjalin kasih dengan wanita yang pernah dicintainya itu. (mp2)






Read More

Lagu Campursari: Kreteg Gunengan

Lagu Campursari: Kreteg Gunengan
Dhalang Poer.
Lagu campursari berjudul Kreteg Gunengan ini dinyanyikan oleh Dhalang Poer, berkisah tentang seorang pria desa yang berpisah dengan sang kekasih bernama Rani karena harus bekerja di kota. Sambil menangis dalam pelukannya, Rani berjanji akan tetap setia kepadanya. Mereka berpisah di kreteg (jembatan) Gunengan yang dibesut jadi judul lagu ini. Entah di mana Gunengan itu.

Sayangnya, belum 1 tahun bekerja ia bertemu teman satu desanya. Temannya mengabarkan, bahwa Rani yang dicintainya telah tergoda pria lain. Dengan hati pilu ia kembali ke desanya dan mendapati kenyataan pahit: sebuah persiapan acara pernikahan untuk sang kekasih esok paginya.

Tak ada lain yang bisa dilakukannya selain meratapi rasa sakit hatinya akibat pengkhianatan dan ingkar janjinya Rani, seperti dilantunkan dalam bait-bait terakhir lagu ini: "Oh Rani, jebul kowe ngapusi, oh atiku lara ginawa mati, ... oh Rani, jebul kowe mblenjani, oh atiku lara ginawa mati ...(Oh Rani, ternyata kau berdusta, oh sakit hatiku terbawa mati, ... oh Rani, ternyata kau ingkar janji, oh sakit hatiku terbawa mati ...).

Ini adalah lagu campursari favorit MP2, dan ... dikhianati memang menyakitkan. (mp2)





Read More

Comments