Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

10 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menganggur

10 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menganggur
Menganggur itu tidak enak, tapi bukan berarti kita hanya berdiam diri menunggu keajaiban datangnya tawaran kerja. Saat menganggur Anda punya banyak waktu untuk melakukan berbagai kegiatan yang tidak bisa kita lakukan saat kita punya pekerjaan tetap. Jika Anda manfaatkan waktu untuk memperbaiki diri agar lebih layak jual, mencari pekerjaan akan jauh lebih mudah.

Berikut ini ada 10 hal yang harus Anda lakukan saat menganggur agar waktu yang ada tidak terbuang sia-sia:

1. Lamarlah pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan

Jika Anda terus-menerus melamar kerja tanpa ada satupun yang nyantol, ada kemungkinan Anda akan menurunkan standar dari posisi yang semula sesuai dengan keinginan Anda menjadi lebih rendah. Yang penting dapat kerja, begitu ‘kan? Kalau hanya sebagai batu loncatan sih boleh-boleh saja, tapi Anda harus tetap berusaha mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan skill dan minat Anda.

2. Tingkatkan skill yang ingin Anda miliki

Cobalah mengevaluasi diri, melihat ke belakang, kira-kira skill apa yang kurang pada diri Anda dan harus Anda pelajari untuk meningkatkan nilai tambah? Jika Anda merasa sudah mumpuni dalam bahasa Inggris, kenapa tidak mencoba belajar bahasa asing lainnya, seperti Jepang, Korea atau Mandarin? Atau belajar menggambar misalnya? Seringkali terjadi, kita menyesal dan berandai-andai. Seandainya saya belajar dari dulu-dulu, sekarang pasti sudah mahir dan bisa jadi nilai tambah untuk diterima bekerja. Penyesalan tak ada gunanya. Di saat menganggur Anda punya banyak waktu untuk meningkatkan skill. Mungkin sulit dan butuh waktu yang tidak sedikit, tapi itu jauh lebih baik daripada menyesali diri setiap saat atau malah hanya nonton TV seharian.

3. Memulai bisnis sendiri

Menganggur adalah saat yang tepat untuk memulai bekerja secara mandiri. Anda bisa mulai membuat websita atau blog dengan biaya rendah. Saat ini internet bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Memulai bisnis memang butuh waktu dan komitmen, tapi apa lagi yang bisa dilakukan saat Anda tidak punya apa-apa selain waktu?

4. Membangun jaringan/ network dan koneksi

Networking bisa menghasilkan 2 hal; Anda bisa membangun hubungan dengan teman-teman lama Anda dan bertemu orang-orang baru. Networking bisa dilakukan kapan saja dan dengan orang di mana saja. Jika Anda ingin berkenalan dengan orang dengan minat atau industri yang sama dengan Anda, kunjungi situs-situs yang menyediakan fasilitas untuk itu, misalnya Meetup.com (http://www.meetup.com/). Jika Anda ingin terhubung dengan mantan teman kuliah, pergilah ke kampus dan cari informasi event/ lowongan apa yang tersedia. Biasanya alumni yang sudah berhasil dalam karir atau bisnis akan merekrut orang dari lingkungan yang mereka kenal. Kampus bisa menjadi bursa kerja tempat bertemunya pengusaha dan pencari kerja.

5. Terus belajar

Tak ada kata terlambat untuk belajar dan belajar tak harus berada di dalam ruangan. Dengan teknologi informasi seperti saat ini, tak ada lagi alasan untuk tidak belajar hanya karena tidak punya uang, karena di internet banyak situs yang menyediakan kursus secara online dan gratis. Seperti coursera.org (https://www.coursera.org/) misalnya. Di situ pengajarnya berasal dari Stanford University dan materi yang diajarkan adalah yang paling banyak dibutuhkan di dunia usaha saat ini, seperti pemrograman, pemasaran dan manajemen bisnis.

6. Rajin memantau dunia industri

Dengan mengikuti perkembangan industri, khususnya bidang yang Anda incar, Anda akan selalu tahu apa yang mereka inginkan atau hasilkan. Dengan demikian Anda akan selalu siap untuk menyesuaikan diri dengan industri tersebut.

7. Menggali minat dan potensi diri

Mayoritas orang terlalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari dan tak sempat untuk melakukan introspeksi/ refleksi diri. Menganggur adalah saat yang tepat untuk itu. Refleksi diri akan membuat Anda menemukan jati diri Anda dan menggali minat yang benar-benar Anda inginkan. Mengenali minat adalah sesuatu yang bagi kebanyakan orang sulit dilakukan karena tak punya waktu. Jadi, anggaplah menganggur ini sebagai berkah.

8. Memulai ngeblog dan membangun reputasi online Anda

Saat ini banyak perusahaan yang mencari karyawan secara online sebelum menghubungi untuk interview. Anda dapat memanfaatkan peluang ini. Mantapkan blog Anda dan keberadaan Anda di media sosial, khususnya di bidang industri yang Anda inginkan.

9. Sukarelawan

Menjadi sukarelawan akan bisa menjadi nilai tambah di surat lamaran Anda dan membuat pengusaha terkesan. Apalagi jika Anda pernah menjadi sukarelawan di berbagai tempat berbeda. Hal ini akan sangat bernilai untuk Anda. Jadi, jika Anda belum bisa berbuat sesuatu yang baik untuk diri sendiri, setidaknya Anda telah berbuat sesuatu yang baik untuk orang lain.

10. Melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya

Luangkanlah waktu untuk menghindari rutinitas. Jika Anda selalu khawatir terlambat datang di tempat kerja atau terlalu lelah bekerja, Anda akan kehilangan banyak pengalaman dalam hidup. Gunakan waktu menganggur untuk melakukan kegiatan yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, tapi yang positif tentunya. Iseng-iseng saja. Siapa tahu di antara keisengan itu memunculkan peluang buat Anda untuk mengembangkannya menjadi bisnis.

Banyak kisah orang-orang sukses yang berawal dari keisengan.

Sumber: Resume OK
Read More

Prinsip 90/10

Prinsip 90/10
Bagaimana prinsip 90/10 itu?
- 10% dari hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami.
- 90% dari hidup Anda ditentukan dari cara Anda bereaksi.

Apa Maksudnya?

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri Anda.

Contohnya:
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule Anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana Anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya?
Dari cara reaksi Anda !!!. Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi Anda dapat mengontrol reaksi Anda.

Marilah kita lihat contoh di bawah ini:

Kondisi:
Anda makan pagi dengan keluarga Anda. Anak Anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman Anda sehingga pakaian kerja Anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi???

Reaksi Anda (1):
Anda bentak anak Anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian Anda. Anak Anda akhirnya menangis. Setelah membentak, Anda menoleh ke istri Anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak Anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak Anda ketinggalan bis. Istri Anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak Anda ke sekolah. Karena Anda telat, Anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya Anda sampai di sekolah. Anak Anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit. Setelah tiba di kantor di mana Anda telat 20 menit, Anda baru ingat kalau tas Anda tertinggal di rumah.

Hari kerja Anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran Anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, Anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak Anda.

Mengapa? Karena cara Anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa Anda mengalami hari yang buruk?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi?
2. Apakah penyebabnya karena anak Anda?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas?
4. Apakah Anda penyebabnya?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah ANDA SENDIRI !!!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara Anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk Anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya Anda sikapi.

Reaksi Anda (2):
Cairan kopi menyiram baju Anda. Begitu anak Anda akan menangis, Anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya Anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak Anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke Anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri Anda dan mengatakan: "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staf Anda. Bos Anda mengomentari semangat dan kecerahan hari Anda di kantor.

Apakah Anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara Anda bereaksi !. Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi Anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang Anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi Anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan Anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi Anda jika mobil Anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor? Apakah Anda akan marah? Memukul stir mobil? Memaki-maki? Apakah tekanan darah Anda akan naik cepat?

Siapa yang peduli jika Anda datang telat 10 detik? Kenapa Anda biarkan kondisi tersebut merusak hari Anda? Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah Anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain:

- Anda dipecat.
Mengapa Anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir? Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule Anda. Kenapa Anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi Anda. Gunakan waktu Anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang Anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang Anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian Anda dan Anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan. Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10. (Stephen Covey)

Stephen Covey
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. 
Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive – thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.

Read More

Comments