Anda pasti tak asing dengan salah satu industri pesawat terbang bernama Fokker, bukan? Adalah Anthony Fokker, seorang jenius berkebangsaan Belanda yang mendapat julukan "The Flying Dutchman" yang pada usia20 tahun telah menghasilkanapa yangdiyakinipesawattercepatpaling stabildi dunia yang ia beri nama Spin, pesawat terbang pertama ciptaannya.
Ayahnya yang bernama HermanGerardFokker adalah pengusaha perkebunan teh di Kediri, Jawa Timur. Di kota itulah Anthony Fokker lahir, tepatnya tanggal 6 April 1890, namun saat berusia 4 tahun sang ayah membawanya kembali ke Belanda.
Tahun 1912 Anthony Fokker mendirikan perusahaan pertamanya, Fokker Aeroplanbau di Berlin, Jerman, kemudian berpindah ke Schwerin. Ia memasok pesawat tempur untuk pasukan Jerman saat terjadi Perang Dunia I.
Pada tahun-tahunsesudah perangAnthonyFokkerberemigrasi keAmerika Serikat danmelanjutkan pekerjaannyadalam desaindan produksipesawattransportasi. Ia meninggal pada 23 Desember 1939. (mp2)
Pengguna ponsel pasti tahu, kalau satu pesan di SMS terdiri dari 160 karakter. Namun, tak banyak yang mengetahui sejarah, bagaimana awal terciptanya batasan 160 karakter di SMS tersebut.
Banyak teori yang menyebut tentang batasan 160 karakter. Namun, teori yang paling umum diketahui adalah batasan 160 karakter ini diciptakan oleh pengembang telekomunikasi dari Deutsche Telekom Jerman, Friedhelm Hillebrand.
Seperti dikutip dari blog Los Angeles Times, pada sebuah malam di tahun 1985, Hillebrand duduk di kamar rumahnya di Bonn sambil terus mengoceh dengan melontarkan sejumlah pernyataan dan pertanyaan. Saat itu, juru ketiknya diminta untuk mengetik setiap kata yang diucapkan Hillebrand.
Selesai mengoceh, Hillebrand kemudian menghitung huruf, angka, jeda huruf, tanda baca, serta spasi di tiap halaman yang ada. Ternyata, ketika itu Hillebrand menemukan, hampir setiap ocehan yang terdiri dari satu atau dua baris hampir terdiri dari 160 karakter.
"Ini sangat tepat," kata Hillebrand, yang saat itu berusia 45 tahun.
Saat itu, pakar telekomunikasi memang sedang mengembangkan untuk membuat standar adanya sebuah teknologi yang memungkinkan ponsel untuk mengirim dan menayangkan pesan tulisan.
Ide 160 karakter kemudian dicetuskan oleh Hillebrand bersama rekannya, Bernard Ghillebaert dari France Telecom, dalam pertemuan kelompok pengembang GSM di tahun 1985. Ide kedua orang itu kemudian menjadi semakin berkembang dan menjadi standar jumlah karakter dalam sebuah SMS.
Sebelum memulai penghitungan karakter itu, Hillebrand sendiri pernah berdebat dengan salah seorang teman mengenai manfaat pesan teks dalam komunikasi. "Teman saya menyebut itu tidak mungkin digunakan secara massal, tapi saya optimis," ucap Hillebrand.
Optimisme Hillebrand ternyata terbukti. Mungkin, saat ini pesan teks melalui SMS lebih banyak digunakan ketimbang telepon. Hillebrand pun tak pernah berpikir bahwa temuannya kini banyak digunakan anak muda di seluruh dunia untuk memutuskan pacarnya.
Namun, Hillebrand tidak memperoleh keuntungan finansial dari karya yang diciptakannya. Karena tak ada royalti dalam penciptaan sms. Jika dalam tiap SMS Hillbrand memperoleh uang, dia berpikir, "Itu tentu akan menyenangkan," tutur Hillebrand.
Namun, 160 karakter yang diciptakan Hillebrand ini kemudian semakin populer. Popularitasnya menjadi semakin terasa berkat seorang anak muda bernama Jack Dorsey yang menciptakan jejaring sosial bernama Twitter.
Twitter kemudian mengadaptasi karya Hillebrand ini menjadi 140 karakter untuk tiap tweet. Jack Dorsey tampaknya memahami 'jasa' Hillebrand. Dalam sebuah tweet, Jack Dorsey memasang link mengenai sejarah SMS yang merupakan jasa dari Hillebrand. Dalam tweet yang ada link tentang sejarah SMS itu, Dorsey mengakui pengaruh ciptaan Hillebrand dalam pembatasan 140 karakter di Twitter.
Tahukah Anda, mengapa susunan huruf pada mesin ketik, keyboard komputer sampai handphone kita tidak tersusun berurutan: ABCDEFGHIJ.. dst? Konon, itu pernah dilakukan Christopher Latham Sholes (CLS), saat pertama kali membuat mesin ketik pada 1868. Hasilnya?
Pencipta mesin ketik itu terheran merasakan kecepatan jemarinya menekan batang-batang huruf (slug). Begitu cepat jemarinya, sampai huruf demi huruf yang diketikkan sering mengalami jamming (saling menumpuk), sehingga membuat kalimat yang disusunnya malah amburadul.
Sebagai ilmuwan, CLS begitu penasaran oleh kesulitan yang dirasakan. Berbulan-bulan ia mengacak susunan huruf pada mesin ketiknya. Susunan yang dianggapnya pas ternyata QWERTYUIOP.
Upaya CLS tidak sia-sia. Pada tahun 1874, mesin ketik buatan E Remington ikut menggunakannya. Pada tahun 1973, susunan acak yang dibuatnya mulai dipakai pada keyboard komputer. Dan keyboard yang menggunakan slug acak QWERTYUIOP diresmikan sebagai keyboard berstandar ISO (international standar organization).
Susunan huruf acak itu pun akhirnya dipakai juga pada handphone, hingga keyboard handphone pun dikenal dengan sebutan QWERTY (kependekan dari QWERTYUIOP).
Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard. Sebuah situs forum dikusi dhammacitta.org menyebut sedikitnya ada empat. Sebelum QWERTY, Dr August Dvorak telah mengenalkan susunan DVORAK (1940). Tiga yang lain adalah pengembangan QWERTY khusus di negara-negara tertentu, seperti QWERTZ di Hungaria, Jerman, Swiss, dll. Lalu, AZERTY di Prancis, dan QZERTY di Belgia.
Sebuah kekayaan sejarah manusia terletak di kota-kota kuno yang tenggelam di dasar danau, laut dan samudra dunia. Beberapa di antaranya disebabkan oleh gempa bumi, tsunami atau bencana lainnya yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Baru-baru ini banyak yang telah ditemukan kembali, baik karena ketidaksengajaan ataupun melalui inovasi teknologi yang berhasil diciptakan. Akibat penemuan ini sejumlah ilmuwan mulai mempertanyakan kembali sejarah peradaban manusia.
Alexandria, Mesir: Di lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander Agung, terhampar situs yang diyakini sebagai bagian dari reruntuhan kerajaan Cleopatra. Diduga, gempa bumi yang terjadi lebih dari 1.500 tahun yang lalu bertanggung jawab atas amblasnya kerajaan ini ke laut, bersama dengan berbagai artefak, patung-patung dan bagian lain dari istana Cleopatra. Kota Alexandria berencana menawarkan wisata bawah laut untuk menyaksikan keajaiban ini.
Bay of Cambay, India: Beberapa tahun yang lalu ditemukan sejumlah peninggalan sebuah kota yang berusia sekitar 9.500 tahun. Reruntuhan kota yang terendam ini memiliki sisa-sa-sisa arsitektur yang utuh. Lebih penting lagi, penemuan ini mendahului semua penemuan di wilayah ini lebih dari 5.000 tahun, sehingga memaksa sejarawan untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka tentang sejarah peradaban di wilayah tersebut. Temuan ini disebut Dwarka, atau 'Golden City,' kota kuno di laut yang konon diyakini sebagai milik dewa Hindu, Krishna.
Kwan Phayao, Thailand: Adalah hal yang tak lazim, di mana sebuah kuil Thailand berusia 500 tahun terhampar di dasar danau Phayao. Yang membuat hal ini aneh adalah bahwa danau itu sebenarnya sengaja dibuat sekitar 70 tahun yang lalu, dan baru-baru ini dipertimbangkan untuk direstorasi dengan miliaran dolar. Namun, banyak yang berpendapat, bahwa reruntuhan yang menjadi habitat bagi ikan-kan di danau tersebut sebaiknya dibiarkan tak tersentuh.
Yonaguni-Jima, Jepang: Kota bawah air di sini ditemukan oleh seorang pemandu wisata selam sekitar dua puluh tahun lalu. Kontroversipun bermunculan seputar temuan kota berbentuk piramida misterius yang ditemukan di lepas pantai Jepang itu. Struktur-strukturnya tampak diukir langsung dari batuan dasar dalam proses teraforming menggunakan alat yang diperkirakan belum ada pada budaya kuno daerah itu.
Havana, Cuba: Sebuah tim ilmuwan terus mengeksplorasi reruntuhan megalitik yang ditemukan di Selat Yucatan dekat Cuba. Mereka telah menemukan bukti dari lingkungan perkotaan yang luas membentang bermil-mil sepanjang pantai laut. Diyakini, bahwa peradaban ini mendahului ini semua kebudayaan yang dikenal budaya Amerika kuno. Sejauh ini, keberadaan kota bawah air yang misterius ini hanya ada dalam model komputer.
Laut Utara, Eropa: Sebuah pemandangan alam yang hilang ditemukan baru-baru ini di bawah Laut Utara, di mana pernah tinggal koloni manusia pemburu lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Yang tadinya sungai, danau dan samudra sekarang berada di dasar laut, hanya diketahui melalui pemetaan digital. Para ilmuwan berteori bahwa pemandangan menakjubkan yang terawat baik ini berada di pusat sebuah dari peradaban kuno yang tersebar di seluruh Eropa.
Atlantis, Antartika(?) Lebih dari seratus tahun yang lalu, seorang kurator museum di Istanbul membuat penemuan yang luar biasa. Pada penelitian peta kuno yang terbuat dari kulit rusa ia menemukan sebuah lokasi yang menandai rantai pegunungan di mana Antartika berada sekarang ini. Yang menakjubkan, peta ini merupakan salah satu bagian dari bukti yang digunakan orang untuk mencoba dan mengklaim, bahwa pada kenyataannya Antartika adalah benua yang hilang, yaitu Atlantis. Bukti lain, termasuk penemuan baru-baru (melalui teknologi sonar)pada tanah di bawah Antartika serta sistem pemetaan yang digunakan oleh kartografer kuno, yang menyatakan Atlantis mungkin berada jauh dari Laut Mediterania.
Pernah terpikir kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin ciri khas celana jeans. Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872
Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja tambang emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan 'temuannya' dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut 'Genes', yang oleh Strauss diubah menjadi 'Blue Jeans'.
Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan 'menobatkan' celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan 'those pants of Levi`s' atau 'Celana Si Levi'. Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.
Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah 'Levi`s 501'.
Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas.
Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?
Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik ‘pengkultusan’ R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia (Satu Abad Kartini 1879-1979, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4).
Dari penelusurannya itu dia menyimpulkan jika sebenarnya kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya.
Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia.
Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh
Kedua, Datu ( Ratu ) Siti Aisyah We Tenriolle.
Anehnya, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.
Padahal, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf.
Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.
Tokoh wanita kedua yang pantas menggantikan kartini adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.
Penokohan Kartini Betul-Betul Merupakan Pilihan Belanda
Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia.
Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.
Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.
Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur Haluan Etika C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.
Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).
Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda.
Hal yang teramat aneh (dalam penelusurannya) adalah : Orang-orang Indonesia sendiri terutama di lingkungan Kartini berasal, dalam masa kehidupan Kartini, hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini
Kami sendiri sangat mengharap, terutama pembaca situslakalaka yang bukan sekedar ikut-ikutan, untuk mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dalam hal KEIMANAN untuk dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan dan suri tauladan banyak orang.
Jadilah yang pertama yang secara halus meruntuhkan mitos Kartini. Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada yang dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.
Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini.
Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.
Dewi Sartika
Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.
Rohana Kudus dari Padang
Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).
Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini HARUS SEGERA DI GUGURKAN. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda.
Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.