Showing posts with label Komik. Show all posts
Showing posts with label Komik. Show all posts

Mengubah File Berekstensi CBR Jadi JPG

Mengubah File Berekstensi CBR Jadi JPG
Rekan-rekan penggemar komik yang getol baca komik digital pasti tak asing dengan file berekstensi CBR (CBR adalah singkatan dari Comic Book Reader), karena kadang file yang kita download berekstensi itu. Untuk membacanya kita menggunakan software CDisplay.

Terus terang saya kurang suka baca komik digital berekstensi CBR dan cenderung lebih tertarik jika berekstensi JPG. Jika rekan-rekan sependapat dengan saya dan belum tahu cara mengubah file CBR jadi JPG, berikut ini caranya.

Pertama, melalui Windows Explorer, ganti ekstensi CBR dengan RAR.


Jika muncul notifikasi seperti berikut, klik Yes.


Saat ekstensi berubah jadi RAR, otomatis ikonnya juga ikut berubah.


Di sini rekan-rekan bisa mengekstrak file RAR tersebut menggunakan WinRAR seperti biasa, dan file yang dihasilkan adalah berekstensi JPG. Jika sudah jadi JPG, maka akan mudah bagi kita untuk menjadikannya file PDF.

Demikian tips singkat dari saya, mudah-mudahan bermanfaat.


Sumber: Jink Comics
Read More

Pop Con 2: Kronologi Gundala

Pop Con 2: Kronologi Gundala

Dear teman-teman,

Dalam menyambut Pop Con 2 awal Juli 2013 di JCC, rencananya BumiLangit akan menerbitkan "Kronologi Gundala" dan disertai gambar-gambar FAN ARTS.

Jadi silahkan yang ingin mengirimkan gambar-gambar Fan Art untuk Gundala Putera Petir, baik Gundala versi sendiri, atau modern, dan klasik dalam bentuk soft copy (digital) ukuran maksimum 15 MByte format JPEG atau TIFF High Resolusi 300 DPI, boleh hitam putih, grey scale, maupun full color. Yang cocok akan dimuat dalam buku "Kronologi Gundala Putera Petir".

Silahkan email fan art Gundala maupun Gundala beserta Godam/Maza/Aquanus/Pangeran Mlaar/Sembrani/Kapten Halilintar/Nusantara/Jin Kartubi/Tira/Tora/Boga/Virgo/Macan Kumbang/Labah2 Merah/Labah2 Mirah/Dewi Bulan.

Fan Art atau Pin Up berisi Karakter:

1. Gundala atau

2. Gundala bersama dengan Godam/Maza/Aquanus/Pangeran Mlaar/Sembrani/Kapten Halilintar/Nusantara/Jin Kartubi/Tira/Tora/Boga/Virgo/Macan Kumbang/Labah2 Merah/Labah2 Mirah/Dewi Bulan ATAU

3. Gundala vs musuhnya seperti Pengkor/Ghazul/Bocah Atlantis/Mata Sinar X/GAS - Gabungan Anti Superhero/Dokter Setan (Panik Godam) ATAU

4. Gundala CS vs Para Penjahat

Ukuran sebaiknya A4 atau A3.
Boleh Hitam Putih/ Warna/ Grey Scale
Format TIFF atau JPEG (High Resolusi 300 DPI)
Email ke anwi2000@yahoo.com dan
CC ke andy@komikindonesia.com
Bila ada pertanyaan bisa PM ke FB saya.

Gambar-gambar yang cocok akan dimuat dalam buku "Kronologi Gundala Putera Petir".

Ditunggu sampai tanggal 25 Juni 2013.

Sumber: facebook

Read More

Pop Con 2: Kronologi Labah-labah Merah

Pop Con 2: Kronologi Labah-labah Merah

Dear teman-teman,

Dalam menyambut Pop Con 2 awal Juli 2013 di JCC, rencananya Anjaya Books akan menerbitkan "Kronologi LaMer (Labah2 Merah)" dan disertai gambar-gambar FAN ARTS.

Jadi silahkan yang ingin mengirimkan gambar-gambar Fan Art untuk Labah2 Merah, baik Labah2 Merah versi sendiri, atau modern, dan klasik dalam bentuk soft copy (digital) ukuran maksimum 15 MByte format JPEG atau TIFF High Resolusi 300 DPI, boleh hitam putih, grey scale, maupun full color.

Yang cocok akan dimuat dalam buku "Kronologi LaMer (Labah2 Merah)". Silahkan email fan art LaMer maupun LaMer beserta Macan Kumbang/Labah2 Mirah/Dewi Bulan.

Fan Art atau Pin Up berisi Karakter:

1. LaMer atau

2. LaMer beserta Macan Kumbang/Labah2 Mirah/Dewi Bulan ATAU

3. LaMer vs musuhnya seperti Herkules/Serigala Betina/Lima Jari Setan/Iblis Peminum Darah/Manusia 3D ATAU

4. LaMer CS vs Para Penjahat

Ukuran sebaiknya A4 atau A3.
Boleh Hitam Putih/ Warna/ Grey Scale
Format TIFF atau JPEG (High Resolusi 300 DPI)
Email ke anwi2000@yahoo.com dan CC ke andy@komikindonesia.com
Bila ada pertanyaan bisa PM ke FB saya.

Gambar-gambar yang cocok akan dimuat dalam buku "Kronologi LaMer (Labah2 Merah)".

Ditunggu sampai tanggal 25 Juni 2013.

Sumber: facebook

Read More

Perspektif Baru Godam: Sebuah Catatan untuk Godam vs Godam

Perspektif Baru Godam: Sebuah Catatan untuk Godam vs Godam
Cover komik Godam vs Godam
terbitan Metha Studio Jogja.
Godam adalah superhero legenda. Di masanya, kepopuleran Godam ciptaan Wid NS dan Gundala (karya Hasmi) memimpin jajaran tokoh superhero di era tahun 70-an. Kehadiran Godam dan Gundala menginspirasi banyak komikus lain. Bahkan, dua superhero ini sering “dipinjam” untuk menemani superhero baru yang muncul setelahnya, semisal Kapten Halilintar (Jan Mintaraga), Rado (Ricky NS), Bantala (Nurmi Ambardi), Tira (Nono GM) dan masih banyak lagi.

Semula, Wid NS lebih dulu melahirkan tokoh Aquanus. Namun, Godam yang lahir pertama kali tahun 1969 justru lebih dulu meledak. Kepopulerannya ini membuat Marcell Bonneff dalam disertasinya tentang Komik Indonesia memberi catatan khusus pada Wid NS. Bonneff menyebut Wid NS dan Hasmi sebagai komikus langka yang menggarap komik dengan genre yang disebutnya: fiksi ilmiah.

Kategori ini memungkinkan terjadinya perdebatan mengingat fiksi ilmiah ala Wid NS dan Hasmi, sangat berbeda dengan fiksi ilmiah di dunia barat sana. Hasmi sendiri dengan rendah hati mengatakan, andai disebut fiksi ilmiah, sebenarnya pijakannya sangat lemah. Sesuai dengan alam Indonesia sebagai bangsa agraris, Godam dan Gundala lebih pas mengikuti pola seperti tokoh-tokoh sakti dalam legenda cerita rakyat yang kesaktian tokohnya diteguhkan oleh para dewa. Dua tokoh ini pun tidak muncul dalam riwayat ilmiah seperti misalnya Superman, Hulk, atau Fantastic Four.

Wid NS (alm.)
Untuk Godam, ia merupakan wujud hero dari sosok seorang sopir bernama Awang. Dalam episode awal cerita Godam berjudul Doktor Setan, Wid NS mengisahkan bahwa Awang adalah pria yatim-piatu yang sejak lahir belum pernah melakukan kejahatan. Dikisahkan Awang berteduh di sebuah bangunan (gereja) kuno saat hujan lebat. Saat itulah ia didatangi roh dalam wujud seorang kakek yang kemudian disapa Awang dengan sebutan Bapa Kebenaran. Awang dianugerahi cincin ajaib yang bila dikenakan di jarinya akan mengubahnya menjadi Godam

Dalam lingkungan kultur Indonesia lebih tepatnya Jawa, Godam berpetualang di sepanjang 15 episode mulai dari Doktor Setan (1969) sampai Setan (1980), Wid NS menuturkan asal-usul Godam justru di pengujung kisah Godam. Yaitu dalam judul Tirani Biru di Negeri Godam dan Setan. Sebenarnya masih ada satu juduli, Ujian Buat Awang, namun Wid NS yang lahir 22 November 1938, baru menggarap beberapa halaman, sampai akhirnya berpulang 26 Desember 2003.

Secara garis beras, petualangan Godam dibagi dalam dua dimensi: petualangan di bumi dan planet (alam) lain. Saat di bumi inilah ia kerap tampil dalam petualangan berbau mistis dengan lawan abadinya bernama roh setan atau roh jahat. Aroma mistis dipadu Wid NS dengan lanskap modern dengan simbol semisal robot, pesawat canggih, senjata modern dan seterusnya.

Dengan kepandaian Wid NS bertutur ditambah sisi art dengan gambar naturalis bergaya Timur yang detail, Godam pun begitu melekat di hati banyak penggemarnya, hingga hari ini.

Sungging dan Hasmi dalam suatu acara.
Tatkala komik Indonesia dalam masa senjakala alias meredup, pelan-pelan Godam hanya ada dalam ingatan pembacanya. Sosoknya pun hanya samar-samar dikenali oleh generasi sekarang, sampai ada upaya untuk menerbitkan kembali jejak petualangannya. Dan, Sungging putra Wid NS melahirkan kembali sosok Godam lewat Godam Reborn. Kemunculan Godam baru ini telah memasuki episode ketiga, yakni Godam VS Godam.

Berbeda dengan Godam klasik, Godam Reborn mencoba perspektif baru. Kemunculannya tidak lagi dalam “proses peneguhan dari dewa” tapi mencoba menggali “fiksi ilmiah” Ia tercipta dari sebuah proses “paradigma teknologi” Perbedaan dengan Godam klasik, kisah Godam sampai di buku ketiga ini tidak berada dalam alur mistik. Sungging mencoba lebih aktual dalam menuturkan kisahnya.

Dari sisi setting cerita, Godam Reborn menggenggam betul warna lokal dengan memanfaatkan beragam lanskap Yogyakarta. Ia berbeda dengan Godam klasik dimana Wid NS masih samar-samar menjelaskan lokasi cerita. Awalnya, Wid NS tampak “memfiktifkan” lokasi cerita.

Maka itu, lewat Godam Reborn, pembaca akan disuguhi lokasi real Jogja seperti Gedung Pusat UGM, Stasiun Tugu, jalan layang Janti, dan wajah-wajah kota. Realitas itu begitu kongkret berkat sentuhan para ilustrator yang digarap Hasmi dan Dwi "Jink" Aspitono, plus penataan warna Aries Wendha dan Berny Julianto.

Awang.
Upaya merekatkan 15 petualangan Godam klasik menuju Godam Reborn, secara cerdik diikat dengan sebuah benang merah: kemunculan Awang. Muncullah Awang sepuh yang secara manusiawi dilukiskan sudah letih berperan menjadi Godam. Awang bermaksud menyerahkan cincin ajaibnya kepada Bapa Kebenaran. Awang ingin hidup tenang dan bahagia bersama wanita pujaannya yang juga sama-sama berusia senja. Ini juga bagian kreativitas Sungging “memanusiawikan” hero karya sang ayahanda.

Tanpa banyak catatan lagi,silakan pembaca membaca sendiri kisah menarik ini. Kisah kemanusiaan Awang dipadu dengan karakter Godam Reborn seperti Pandu, Giri, Narung, atau si antagonis Soma.

Sebuah kisah kemanusiaan dengan paduan dendam, ambisi kejahatan, yang di sana-sini diselipi humor segar. Apakah Godam Reborn juga akan melegenda seperti Godam klasik? Rasanya ini tidak terlalu penting. Yang pasti, Godam Reborn sudah mengisi dan menjadi bagian dari riwayat komik Indonesia yang mencoba terus menggeliat.

Sumber: Henrykomik.com

Read More

Blog Neo Paradigm Studio

Blog Neo Paradigm Studio
Neo Paradigm Studio merupakan studio grafik dan disain yang memusatkan pada produksi media komik dan media lain yang berhubungan dengan komik. Studio komik yang dibentuk pada tanggal 26 Desember 2006 ini beranggotakan tim kreatif (baik perseorangan maupun studio) yang tinggal di Surabaya. Para penggagas tim kreatif ini adalah Berny Yulianto (writer, colorist), Arief Hargono (writer, pencil art, colorist), Dwi 'Jink' Aspitono (writer, pencil & inking art, colorist) dan Nico Jeremia (pencil art, colorist).

Sebelum tergabung dalam Neo Paradigm para tim kreatif tersebut telah menghasilkan beberapa karya komik yang dikerjakan baik secara individu maupun secara tim. Hasil karya tersebut berupa cerita pendek dan bersambung pada majalah dan tabloid serta beberapa komik indie. Neo Paradigm dibentuk untuk menyatukan langkah dalam produksi komik dari para tim kreatif dan mencoba ikut berperan aktif dalam mengembangkan dunia komik di Indonesia.

Selain para founder di atas, saat ini Neo Paradigm beranggotakan Alfawzia Nurrahmi, Hendra Adi, Arieswendha, Hariadi Catur, Kasmyanto 'Gino', Nurfain, dan Inwan Hadiansyah.

Anggota Neo Paradigm Studio.
Barisan belakang dari kiri ke kanan: Berny Julianto, Hariadi Catur, Alfawzia Nurrahmi, Inwan Hadiansyah, Siswoyo (Arieswendha), Arief Hargono.
Barisan depan, dari kiri ke kanan: Ucup, Kaasmyanto 'Gino', Hendra Adiwijaya, Dwi Jink.
(foto: Dok. NPS)

Ke depan, Neo Paradigm Studio tak menutup kemungkinan untuk merekrut talent-talent di bidang komik, baik ilustrator maupun penulis cerita, agar karya-karya Neo Paradigm Studio terus berkembang kualitas maupun kontinuitasnya.

Untuk memperluas pengenalan 'produk' Neo Paradigm Studio ke khalayak, studio tersebut membuat blog yang beralamat di neoparadigmstudio.blogspot.com.

Di blog tersebut Neo Paradigm Studio mengklasifikasikan karya-karyanya dalam bentuk pin up, comic page, dan fan art.

Read More

Captain America Punya Saingan Baru: Captain China!

Captain America Punya Saingan Baru: Captain China!
Bila selama ini kita disuguhi aksi-aksi heroik Captain America, baik di komik maupun di layar lebar, kini muncul aksi serupa dari negeri tirai bambu China. Namanya Captain China.

Menurut Offbeat China, tokoh superhero ini bukanlah sindiran dari warga China kepada pemerintahnya. Komik yang dibuat oleh Chi Wang dan Jim Lai ini diterbitkan oleh Excel Comics. Versi Kindle untuk volume 1 sudah dapat diperoleh di Amazon.

Sebagaimana disebutkan di Amazon, Captain China dimaksudkan sebagai “komik propaganda untuk meningkatkan kesadaran kaum muda China. Cerita-ceritanya menggambarkan pandangan politik China, lingkungan sosial dan perbedaan budaya dengan meramu tokoh-tokoh yang kompleks, informasi sejarah, lokasi geografis, sindiran komedi, dan aksi-aksi menegangkan”.

Volume 1 berjudul “The Return of Captain China” mengisahkan dibangkitkannya kembali Captain China dari tidur panjangnya selama 50 tahun melalui proses cryogenic. Misi pertamanya adalah menyelamatkan presiden Barrack Obama dari pembunuhan saat berkunjung ke China.

Berikut ini cuplikan dari komik “The Return of Captain China”:

Sumber : Offbeat China
Read More

Comments