Showing posts with label Humaniora. Show all posts
Showing posts with label Humaniora. Show all posts

Aksi Kocak Obama

Aksi Kocak Obama

Meskipun menduduki pucuk pimpinan negara adi kuasa, Amerika Serikat, Barack Obama tetaplah manusia biasa. Di sela kesibukan sebagai seorang Presiden yang diembannya dalam 2 masa jabatan, Obama menunjukkan sisi humanisme yang berhasil diabadikan oleh Pete Souza.

Anda kenal Pete Souza? Tidak? Sama, saya juga tidak. Saya tahunya Pete Souza dari Twisted Sifter. Dia adalah fotografer resmi Gedung Putih yang tugasnya mengabadikan kegiatan kepresidenan. Konon ada sekitar 2 juta foto Barack Obama hasil jepretan kang Souza.

Menjelang akhir masa jabatannya saya tampilkan beberapa foto yang menarik, karena Obama yang pernah tinggal di Indonesia waktu kecil ini menunjukkan aksi yang sebetulnya kita-kita orang biasa juga suka melakukan: spontan dan kadang jahil.












(mp2)
Read More

Kisah Mengharukan Dari Karamnya Kapal Pesiar Costa Concordia

Kisah Mengharukan Dari Karamnya Kapal Pesiar Costa Concordia
Karamnya kapal pesiar Costa Concordia di perairan Italia pada 13 Januari 2012 lalu menyisakan berbagai kisah menegangkan dan mengharukan mereka yang berada di dalamnya yang bakal sulit dilupakan. Salah satunya seperti yang dikisahkan oleh Nicole Servel, 61, kepada Emirates247.com.

Suami Nicole, Francis, memberikan jaket pelampung kepadanya, dan sesaat kemudian Francis hilang. Itu ada saat terakhir Nicole melihat suaminya dalam keadaan hidup.

"Aku berhutang nyawa kepadanya," kata Nicole yang mengaku tidak bisa berenang.

Sebagaimana diberitakan, kapal pesiar mewah berpenumpang 4.200 orang tersebut menabrak karang dan karam setelah berlayar sekitar 2 jam. Kejadian ini membuat para penumpang panik dan berebut jaket pelampung. Banyak di antara mereka yang nekad melompat ke laut dan sekoci yang ada, sehingga sekoci penuh sesak.

Nicole Servel menyalahkan para awak kapal atas hilangnya suaminya, karena mereka hanya berupaya menyelamatkan diri sendiri tanpa memperdulikan para penumpang.

Namun tak semua awak kapal egois. James Thomas, penari yang bekerja di kapal itu sejak 6 bulan lalu itu memerintahkan para penumpang agar segera meninggalkan kapal. Saat kejadian ia sedang tidur dan terbangun karena merasakan kapal miring.

"Aku terlempar dari tempat tidur dan peralatan cukur serta botol anggur menimpa kakiku," kata James. Ia sempat mendengar pengumuman dari intercom kapal, yang mengatakan agar penumpang tetap tenang karena hanya terjadi "masalah teknis kecil" pada kapal. Selain itu ia juga mendengar sinyal yang menandakan telah terjadi kebocoran pada kapal.

Hal ini membuat pendapat awak kapal terbelah. Sebagian mengatakan untuk mengikuti perintah dari intercom, sementara sebagian lainnya berinisiatif untuk membagikan jaket pelampung kepada penumpang.

Kapten kapal yang seharusnya tetap berada di kapal untuk mengatur proses evakuasi malah meninggalkannya. Namun ia membantah tuduhan tersebut, demikian BBC melaporkan. Meski demikian, ia harus mempertanggungjawabkan insiden yang menelan korban 6 orang tewas dan 17 lainnya hilang.

Sumber : huffingtonpost.com via digg

Read More

The Hulk di Dunia Nyata

The Hulk di Dunia Nyata

Siapa yang tidak tahu The Hulk? Karakter komik dengan desain ala "manusia purba berlumut" bertubuh superbesar, jelmaan dari ilmuwan Bruce Banner. Ia dapat berubah jadi monster jika sedang marah, sebagai akibat terpapar radiasi sinar gamma.

Foto : warmphotos.net

Ternyata ada orang yang sosoknya nyaris setara dengan Hulk. Sayang tidak ada informasi lengkap tentang dirinya, tapi yang jelas postur tubuhnya akan membuat Lou Ferigno jadi tidak ada apa-apanya. Lou Ferigno adalah pemeran Hulk untuk serial TV tahun 70-an. (mp2)

Read More

Weleh-weleh, Wanita Ini Tidur Seranjang dengan 2 Suami!

Weleh-weleh, Wanita Ini Tidur Seranjang dengan 2 Suami!
Suami beristri lebih dari satu itu sudah lazim, tetapi yang terjadi di Ponorogo, Jawa Timur, ini sungguh mengejutkan. Selain bersuami dua, wanita setengah baya ini juga tidur seranjang dengan kedua suaminya tersebut.

Entah apa yang merasuki pikiran Um (44), wanita bertubuh subur yang hampir memasuki masa senja ini justru memilih jalan yang diduga menyimpang dari tatanan berumah tangga pada umumnya.

Meski telah memiliki suami sah, wanita berkulit hitam manis ini nekat menikah lagi dengan HD (47), seorang staf Puskesmas Wringinanom, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Keduanya mengaku sudah menikah di bawah tangan (siri).

Yang membuat orang geleng-geleng kepala, keduanya tinggal dalam satu rumah bersama SF (44), suami Um, yang mengizinkan dan merelakan istrinya berbagi cinta dengan pria lain. Luar biasanya, mereka bertiga bahkan tidur dalam satu ranjang (wah, salome nih!).

HD menuturkan, mulai tinggal di rumah pasangan SF-Um sejak dua tahun lalu. Saat itu ia diusir oleh keluarganya karena tertangkap basah selingkuh dengan wanita lain. Di rumah yang terletak di Desa Madusari, Kecamatan Siman, itulah akhirnya tumbuh benih-benih cinta antara ia dengan Um. Witing tresno jalaran soko kulino, begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi itu.

Kemudian HD memberanikan diri menyatakan cintanya pada Um walaupun ia jelas-jelas tahu Um sudah bersuami. Ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Dan SF yang mengetahui hubungan terlarang itu akhirnya merestui hubungan mereka karena ia merasa tak mampu memenuhi hasrat istrinya yang masih menggebu-gebu.

Praktik poliandri ini mencuat ke permukaan setelah warga desa menggerebek mereka dan menyerahkan urusan tak lazim itu ke Polres Ponorogo (15/12).

Sumber : Koran Surya edisi 16 Desember 2011

Read More

15 Tahun Dipasung di Pohon Tepi Jalan

15 Tahun Dipasung di Pohon Tepi Jalan
Sudah 15 tahun ini Misyanto, 35, tak bisa hidup bebas. Warga Dusun Opelan, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa Situbondo ini dipasung di sebatang pohon mangga di pinggir jalan desanya oleh keluarganya sendiri.

Ia mengidap gangguan kejiwaan setelah mengalami prahara rumah tangga, bercerai dengan istri yang sangat dicintainya. Sejak itu ia mulai menunjukkan kelainan perilaku, seperti masuk rumah orang tanpa ijin dan mengganggu wanita yang dijumpainya.

Pihak keluarganya sudah mengupayakan agar ia kembali hidup normal, namun karena kondisi kejiwaannya tak kunjung stabil, termasuk ketiadaan biaya untuk menyembuhkannya, akhirnya mereka memutuskan untuk memasungnya di bawah pohon mangga.

Pria malang yang pernah menjalani profesi sebagai pedagang hewan ternak itu pun harus menjalani kehidupannya sehari-hari di tempat yang tak semestinya. Panasnya terik matahari dan guyuran hujan sepanjang 15 tahun terakhir ini adalah temannya.

Karena kedua orang tuanya sudah meninggal, ia dirawat oleh saudara-saudaranya. (mp2)

Disarikan dari Jawa Pos edisi 9 Desember 2012.

Read More

Briptu Norman Dipecat dengan Tidak Hormat

Briptu Norman Dipecat dengan Tidak Hormat
Sebuah antiklimaks dari kehidupan Briptu Norman dalam kurun waktu tak sampai 1 tahun terakhir ini. Polda Gorontalo tempat ia bernaung sebagai brimob selama ini telah menjatuhkan sanksi pemecatan dengan embel-embel tidak hormat. Reputasi kepolisiannya merosot tajam akibat tindakan indisipliner, mangkir selama 85 hari.

Sungguh ironis. Masih kuat dalam ingatan saya bagaimana ia dielu-elukan oleh masyarakat dari berbagai lapisan atas "prestasinya" berjoget dan menyanyikan lagu Chaiya Chaiya, menirukan Shahrukh Khan, artis idolanya. Tak kurang dari Kapolri sebagai atasan tertingginya memberikan apresiasi kepadanya.

Entah kenapa, semuanya berbalik 180 derajat. Bila semula ia ia mendapat kehormatan berkeliling menampilkan kepiawaiannya dengan dikawal oleh atasannya, namun kemudian ia dijemput paksa dan digiring kembali ke Gorontalo bak teroris berbahaya.

Yah, itulah hidup. Bak sebuah roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Sayangnya, bagi Norman, mungkin roda itu berputar terlalu cepat kala ia di atas.

Kini, tanpa embel-embel Briptu di depan namanya, akankah ia mampu bertahan sebagai seorang artis penyanyi sebagaimana yang ia pilih saat ini? (mp2)

Read More

Comments